Selasa, 24 November 2015

Dieng "Negeri Diatas Awan, Negeri Para Dewa"

Telaga Warna Dieng

Dieng Plateau atau yang dikenal juga dengan sebutan Dataran Tinggi Dieng, dilihat dari sisi administratif/geografis, letak daerah ini bisa dibilang unik. Sangat jarang ditemukan di Indonesia dimana satu wilayah terbagi menjadi dua wilayah Administratif seperti Dieng, dimana bagian wilayah barat ( Dieng Kulon ) Masuk Wilayah Kabupaten Wonosobo, dan Sebelah Timur masuk Kabupaten Banjarnegara.
Kondisi alam Pegunungan Dieng dengan tanahnya yang subur menjadikan sektor pertanian sebagai Pencaharian utama masyarakat dataran Tinggi Dieng. Jenis-jenis tanaman seperti Kentang, Kobis, Wortel tumbuh subur dalam-petak-petak lahan penduduk yang tersebar di lanskap dan perbukitan Dieng.

Bukit Pandang Telaga Warna

Telaga Warna

Telaga Warna

Alun-alun Wonosobo

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Candi Arjuna

Festival Budaya di Kompleks Candi Arjuna

Candi-candi di Komplek Candi Arjuna

Batu Peresmian dibukanya kawasan wisata Candi Arjuna

Daun Bawang as Onclang komoditas pertanian  Wonosobo

Kebun Wortel salah satu hasil bumi Banjarnegara

Thanks Aya sudah ngajakin ke Syurganya Jawa Tengah :*

Kemegahan Candi Arjuna diantara pegunungan 

Ahli maksiat yang masuk syurga

Pelacur yang Masuk Syurga karena Anjing

                Cerita ini terjadi pada masa syekh hasan al bashari seorang ulama’ kharismatik asal negeri bashrah (sekarang Iraq).
Alkisah ada seorang wanita yang tinggal didesa itu, dia sangat tidak disukai masyarakat sekitar karena pekerjaannya yang menurut masyarakat sekitar adalah pekerjaan yang hina dan najis. Ialah dia, seorang wanita yang menjual tubuhnya untuk lelaki-lekai yang berhidung belang demi kebutuhannya. Sebut saja Pelacur.
                Pada suatu hari sang pelacur mendapat panggilan untuk melayani tiga orang lelaki dalam sekali waktu didesa tetangga. Menurut cerita desa tetangga dengan desa si pelacur dipisahkan oleh suatu padang pasir. Setelah selesai melayani tiga orang tamunya si pelacur undur diri untuk pamit pulang. Ditengah perjalannya pulang, sang pelacur melihat seekor anjing yang sangat kehausan. Kala itu si anjing ingin berusaha meminum air yang ada didekatnya, namun apalah daya ketika anjing berusaha tetapi usahanya sia-sia karena lubang air yang ingin ia ambil ternyata cukup dalam. Dalam keadaan pasrah seperti itu sang pelacur melihat anjing tersebut dan melepas sepatunya untuk kemudian diisi air dan diminumkan kepada aning yang sedang kehausan tadi.
Setelah si pelacur tersebut membantu anjing yang sedang kehausan tersebut si pelacur melanjutkan perjalanannya pulang. Setelah sampai rumah, dia merasa sangat kelelahan karena telah melayani tiga orang tamu sekaligus. Wal hasil dia pun tertidur. Saking asyiknya dia tertidur sampai dia keblablasen (jawa. Mati atau meninggal).
                Kabar meninggalnya sang pelacur terdengar sampai keseluruh masyarakat didesa tersebut. Namun, sungguh sayang dan malang nasib si pelacur. Tidak ada warga yang berkenan memandikan dan mensholati jenazahnya bahkan warga didesa tersebut acuh dan cuek terhadap kabar itu sehingga jenazah pelacur tersebut masih berada dirumah.  Kabar mengenai meninggalnya wanita pelacur tersebut akhirnya terdengar oleh Syekh hasan Al Bashari.
                Syekh Hasan Al Bashari kemudian memandikan dan mensholati jenazah pelacur tersebut bersama santri-santrinya. Lalu bertanyalah salah seorang warga desa tersebut kepada syekh hasan al bashari. “ Mengapa Syekh mau memandikan dan mensholatkan jenazah tersebut? Apakah Ya syekh tidak tahu siapakah jenazah yang telah syekh sholatkan?”
Lalu syekh hasan menjawab “ Saya mengetahui bahwa perempuan ini adalah seorang pelacur dan semasa hidupnya dia senantiasa melakukan maksiat”.
Mendengar ucapan Syekh Hasan al Bashari seorang warga menanyakan kembali kepada Syekh Hasan mengapa beliau mau repot-repot datang kerumah wanita hina itu dan mensholatinya bersama santri-santrinya padahal semua warga didesa tersebut tidak ada yang berkenan mensholati jenazah wanita yang hina itu. Lalu dengan tenangnya syekh hasan menceritakan mimpinya kepada warga desa tersebut mengenai seorang pelacur tersebut.
Syekh hasan bermimpi bahwa seorang pelacur tersebut akan masuk Syurga dan Syekh hasan diperintahkan oleh Allah SWT untuk memandikan dan mensholatkan jenazah wanita tersebut. Karena Syekh Hasan adalah ulama yang sangat dihormati didesa tersebut maka seluruh warga didesa tersebut berbondong-bondong mensholati jenazah sang pelacur dan bersama syekh hasan mengebumikan jenazah wanita tersebut. []
------------------------------------------------------000---------------------------------------------------------
                Kisah yang menurut saya patut saya bagikan ke teman-teman ini saya dapatkan dari Kiyai Moel yang mengasuh pondok pesantren dimana saya tinggali saat ini. Kisah ini sangat mengugah hati kami para santrinya terutama saya pribadi. Karena Syurga dan Neraka bukan ditentukan oleh seberapa banyak amal ibadah yang kita perbuat melainkan karena Rahmat Allah semata. Maka dari itu sudah selaiknya kita sebagai hamba benar-benar ikhlas dan Ridho menjadikan Allah satu-satunya sesembahan kita.

Dengan cerita ini semoga kita dapat mengambil hikmah dan menjadikannya pelajaran bahwa seseorang pelacur yang dalam pandangan masyarakat kita termasuk pekerjaaan yang hina dan pasti masuk neraka ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Bahkan dalam pandangan yang lebih luas kita diharuskan untuk selalu berkhusnudzon dan berbaik sangka kepada orang lain. Kita tidak boleh menghakimi orang lain dari luar saja karena sudah barang pasti pengetahuan manusia sangat terbatas dan pengetahuan Allah itu tidak terbatas. Sekali lagi yang berhak menentukan seorang hamba masuk kedalam syurga atau bukan hanyalah Allah semata. Maka dari itu kita sebagai hamba hanya bisa memohon dan mengharap dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar Allah memberikan Rahman dan rahimnya kepada kita semua. 

Dan dari kisah diatas juga kita bisa meneladani untuk memperlakukan hewan/binatang dengan baik dan memberi makan dan minum dengan yang baik pula. Jangan sekali-kali membiarkan mereka kelaparan. Jangan menyakiti binatang, jadilah penyayang bagi mereka. Sesungguhnya di setiap hati yang baik terdapat pahala. Allah SWT berfirman :
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (٨
 Artinya :
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. (Al-Zalzalah : 7-8)
                Karena meskipun Anjing adalah hewan yang sangat diharamkan bahkan tergolong nasjis mugholadhoh (najis berat) tetapi Anjing tetaplah ciptaan Allah. Maka harus kita kasihini. karena dalam suatu hadirsjika kita menyayangi hewan, tumbuhan, maupun sesama makhluq hidup yang ada dibumi ini niscaya penghuni langit akan menyayang kita kembali.
 Sekian kesimpulan dari saya, Waassalamu’alaikum wr wb.

Kamis, 04 Juni 2015

Rindu Malam Sang Pemilik Kegelapan

Menunggu Malam-ku


Malam....
Cerita apa yang telah kita lalui
Hingga aku merasa kita telah melalui sebuah cerita
Kenangan apa yang telah kita buat
Hingga aku merasa kita telah saling mengenang

Namun, ini bukan tentang cerita atau kenangan
Tetapi  ini adalah tentang sebuah kerinduan
Karena adanya cintalah aku dapat merindumu
Dan karena adanya rindulah aku dapat mencintaimu


Malam...
Cinta sejati itu datangnya didalam hati
Meski ia dekat, sedekat urat nadi
Cinta sejati akan tetap saling rindu

Memang seperti inilah rasaku padamu
Karena aku bersaksi tiada cinta selain rindu
Dan aku bersaksi bahwa engkaulah
[malam] kekasih hatiku

D2 FMIPA UNNES
Semarang, 1 Juni 2015


Malam

Malam Masihkah?

Malam
Masihkah?

Detik demi detik
Merajut kisah cinta yang cantik

Menit demi menit
Saling merayu secara genit

Jam demi jam
Berjalan sembari saling menggengam

Hari demi hari
Senantiasa menemani

Bulan demi bulan
Bersama meniti sebuah jalan

Hingga waktu demi waktu
Terus merindu

Masihkah
Malam?

Kampus FMIPA UNNES
Semarang, 1 Juni 2015





[REFLEKSI HARI KELAHIRAN] Kado Terindah dari Tuhan



Miftah, Aya, Dani, Aku, dan Nala
Fotografer by: Wahyu

Kemarin, 30 Mei 2015 genap 20 tahun sudah saya menginjakkan kaki dibumi Tuhan yang gemah ripah loh jinawi ini.
Syukur tak lupa hamba ucapkan kepada sang Maha cinta yang masih memberikan hamba berupa rezeki untuk dapat menikmati kehidupan didunia yang fana ini. Tak lupa aku ucapkan syukur kepada kedua orangtuaku yang telah membangunkanku dipagi hari dengan ucapan selamat ulang tahun hal itu romantis sekali rasanya,
Ucapan terimakasih juga untuk segenap keluargaku bem fmipa unnes yang telah mengikatku dipohon dan membuatku basah kuyup dimalam hari degan air tujuh rupa racikan khas gubernur bem fmipa, 

Terimaksih buat teman tidurku dipesantren fitri wijayanti (aya) yang udah akting jatuh disusul penyiraman air yang udah dicampur macem-macem sama si peracik yg bernama nala chutmiyatul abidah dan adek-adek kesayangan (dani, miftah, wahyu, ivah, dan sumah) yang sudah mempersembahkan ini semua untukku. Sayang kalian karena Allah serta teman-temanku semua yang telah mendoakanku yang tak bisa aku sebutkan satu persatu. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahman dan rahimnya untuk kita semua. (Loh malah kaya jadi MC hehe :D)

Mengenai hari lahir, kebanyakan orang memandang bahwa hari kelahiran adalah hari special yang harus dirayakan dengan suka cita. Entah itu dengan teman, sahabat, suami, istri, atau anak bagi yg sudah punya, orangtua, atau bahkan pacar. Merayakannyapun bervariasi ada yang dengan memberikan kejutan, makan-makan, hingga basah-basahan dan cebur-ceburan. Semua itu relatif, tergantung inisiatif dan kreatifitas seseorang yang sedang berharlah atau teman2nya seseorang yang sedang berharlah.
Namun, disini aku tak akan membahas megenai asal usul perayaan harlah atau bahkan sejarah dan segala ritual harlah yang nama bekenya ulang tahun ini . Aku hanya akan berbagi cerita saja tentang pengalaman pribadi menjelang hari kelahiran.

Kue apalah-apalah khas assabiila girls

Cerita ini terjadi pada tanggal 29 Mei 2015 menjelang maghrib. Seperti biasa sebelum kembali kepondok pesantren saya meyempatkan waktu untuk membeli makan diwarung. Namun ada yang sedikit berbeda dari hari-hari biasanya, sesampainya dipondok aku terkejut ketika mendapati dompetku telah tiada. Aku seketika panik dan shock. Lalu aku kembali ketempat dimana aku membeli makan untuk memastikan bahwa dompetku ketingalan disana. Sesampainya disana aku tanya kepada sipenjual terkait dompetku yang ketingalan. Namun, dia tak melihat ada dompet yang ketinggalan. Melihatku panik, ada pembeli yang menghampiriku dan menjelaskan padaku bahwa tadi ada sepasang kekasih yang menemukan dompet dijalan raya dengan ciri dompetnya panjang. Seketika itu akupun lemas, karena didalam dompet tersebut terdapat ATM, SIM, STNK, uang tunai serta kartu-kartu yang lainnya. Lalu aku berpamitan pulang kepada pembeli yang lain dengan mengucapkan terimakasih karena telah memberikan informasi ini kepadaku. Sekembalinya dari warung aku melaksanakan shalat maghrib bersama teman-temanku. Tepat setelah sholat maghrib saya berdo'a : " Tuhan jika memang dompet tersebut adalah rezeki hamba maka engkau pasti akan mengembalikan dompet tersebut sebagaimana mestinya, namun jika memang dompet tersebut bukan lagi menjadi rezeki hamba, hamba ikhlas jika dompet tersebut berpindah ketangan orang lain". Setelah melaksanakan shalat maghrib berjamaah seperti biasa rutinitas pondok adalah mengaji alqur'an bersama-sama diaula pesantren hingga menjelang isya dilanjutkan shalat isya berjamaah. Namun kali ini ada yang berbeda dalam lantunan bacaan al-qur'anku, aku merasa seperti berdialog kepada Tuhan. Dalam dialogku, aku mengadukan kegalauan hatiku malam itu padaNya.
Sepertinya Tuhan telah menunjukkan kuasanya kepada hamba. Hal ajaib yang aku dapati setelah seorang hamba memasrahkan diri padaNya. Aku mendapati hapeku berdering kulihat ada bekas panggilan tak terjawab disusul dengan 3 pesan yang belum terbaca. Salah satu pesan tersebut dari presma unnes. Beliau menanyakan perihal dometku. Lalu aku menjawabnya bahwa memang betul saat ini dompetku sedang hilang, dan aku berbalik nanya apakah beliau menemukan dompetku?. Diapun menjawab bahwa dompetku telah bersamanya dan aku diminta untuk mengambilnya di pkmu. Betapa syukur dan puji2an langsung aku lantunkan untuk memuji kebesaranNya. Dan akupun mendo'akan kepada seseorang penemu dompetku semoga Allah senantiasa memudahkan langkahNya dan memberikan rezeki yang berlimpah untukNya. Memang benar apa kata romo-romo kiyai kalo sesuatu itu rezekimu suatu saat akan kembali padamu.

Sebenarnya inti dari cerita diatas adalah 'kado' yang diberikan Tuhan kepada hambanya menjelang hari kelahiran melalui hikmah dibalik hilangnya dompet. Tuhan itu mendengar do'a-do'a hambaNya dan pasti akan mengabulkannya. Disaat waktu yag tepat dan dengan cara yang tepat pula.