Jumat, 28 November 2014

Rindu Pada Ayat Syahdu

Kala itu ingatanku mengerucut pada masa lalu
ketika ayat-ayat itu
berdendang merdu dalam setiap maghribku

Betapa masa kecil itu romantis
mendendangkan firman  Tuhan ditemani gerimis
Betapa harmonis persahabatan kala itu
bersahabat dengan ayat-ayat Tuhan

Kini aku terbangun pada lamunanku
mengingat bait ayat-ayat itu
yang tak seromantis dulu
Tak lagi terdengar merdu
Pun tak lagi menusuk sukma dan kalbu

Ayat--ayat itu kini hanya menjadi bacaan
seolah hanya sebagai pemantas
Tak ubahnya sebagai formalitas

Andaikan bisa memilih
Aku akan memilih pada rindu
Pada rindu masa kecil itu
berlomba melantunkannya dengan syahdu
dan menghayati setiap ayat dengan hikmat

________________________________________

Ditulis : Meis Dania Nila Rosyida

Kamis, 27 November 2014
Aula Ponpes Assabila

Beragama dengan hati dan dalam Tindakan


Oke sob, disini aku iseng-iseng nulis apa yang aku rasain selama ini, ditulis berdasarkan analisa beberapa buku yang saya baca, video, ceramah dan pengalaman diri pribadi mengenai konteks keAgamaan. Saya membuka forum diskusi terbuka apabila terdapat kritik terhadap tulisan ini. Serta tak lupa saran dari para sahabat sekalian apabila kurang berkenan dengan tulisan ini.
Saya akan mengawali menulis ini dengan mendefinisikan makna dari sebuah agama. Agama berasal dari dua kata A dan Gama, A yang artinya tidak dan gama yang artinya kerusakan, dari namanya saja sudah tampak terlihat agama merupakan sesuatu yang tidak rusak. Sedangkan menurut KBBI Agama adalah suatu ajaran atau sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan kepada Tuhan YME serta tata kaidah bersosialisasi kepada masyarakat. Secara serempak dan disepakati jelas agama adalah sesuatu ajaran yang harus dipeluk oleh umat manusia sebagai sumber kepercayaan dalam berperilaku sehari-hari.
Karena saya tinggal di Indonesia yang berbhineka serta menghargai keberagamaan maka saya akan lebih membahas tentang konsep Beragama dalam tindakan. Tanpa menyalahkan maupun menspesialkan agama tertentu. Indonesia yang terkenal dengan berbagai macam budaya, suku, bahasa, dan agama mengakui bahwa Negara Indonesia adalah negara yang mengakui adanya Tuhan. Agama yang tercatat dan terakui oleh pemerintah di Indonesia ada enam, antara lain: islam, budha, hindu, kristen, katholik, maupun konghuchu. Apapun itu agamanya, entah itu Monoteisme maupun multiteisme yang jelas dalam agama yang diajarkan pasti suatu kebaikan.
Tapi, Bagaimana jika agama menjadi dasar untuk kerusakan dan perpecahan???? Ya, pertanyaan itu pasti akan muncul ketika kita telusuri banyak kasus atau kejadian pada era sekarang yang menyebabkan kehancuran dengan berkedok agama. Coba saja kita lihat peristiwa bom bunuh diri di Bali pada tahun 2004 lalu yang menewaskan ribuan turis asing dan masyarakat lokal tak lain dan tak bukan peristiwa itu merupakan terosisme yang mengatasnamakan Tuhan. Seorang muslim yang beragama hanya dari luarnya saja menjatuhkan bom bunuh diri di Bali dengan dalih membunuh orang-orang kafir. Belum lagi saya menemukan berbagai macam info kristenisasi di beberapa rumah sakit swasta dengan iming-iming pengobatan gratis serta mendapat biaya tambahan setiap bulan asalkan mau memeluk ajaran kristen. Disini saya melihat ada sebuah pemaksaan kehendak dan politik kepentingan. Masih ada lagi kaum Yahudi yang ingin menguasai dunia dengan konsep New Wordl Order yang dalam konspirasinya akan banyak merugikan banyak orang. Dan masih bahyak lagi kejadian di dunia ini jika kita telusuri ujung tombaknya adalah pemahaman agama hanya dari luarnya saja.
Apakah ada yang salah dengan agama yang kita anut? Apakah masyarakat era modern sudah tak cocok lagi menggunakan agama sebagai pedoman dalam berkehidupannya? Berbagai pertanyaanpun akan muncul dari sini. Sebelum kita jawab pertanyaan diatas saya akan mencoba mendeskripsikan China yang notabene masyarakatnya tak mempercayai Tuhan atau yang biasa disebut Atheis.
China dengan jumlah populasi penduduk yang padat kini menjadi pusat perekonomian ASIA. Ekonomi mikro atau UMKM yang dikembangkan oleh pemerintah mampu menyuplai APBN negara yang lumayan sangat banyak. Masyarakat China sendiri tersebar dimana-mana dan tak jarang kita temui seorang berdarah China pasti kaya. Ada apa dibalik cerita masyarakat China sehingga mereka bisa kaya dan bisa menybarkan rasnya keberbagai penjuru dunia?. Masyarakat China dikenal ulet dan gigih dengan menerapkan prinsip berjualan maka tak jarang banyak Chinese yang kaya raya dan menjadi bos.
China merupakan negara yang dirujuk Rosulullah sagai tempat menimba ilmu dari suatu hadits Rosulullah SAW bersabda : “ Tuntutlah Ilmu Sampai kenegeri China”. Saya pernah diceritakan guru saya mengapa yang ditunjuk Rosul adalah negeri China bukan negeri Arab, Mesir, Palestina, maupun negara arab lainnya. Mungkin sangat unik ketika kita menelisiknya lebih dalam. Seperti penggalan cerita diatas masyarakat China terkenal dengankeuletan dan kegigihannya serta tak mudah putus semangatmungkin itu yang telah menjadi dasar Rosul kita mengapa negara yang dirujuk hadits tersebut adalah China. China yang tak mengakui adanya Tuhan tetapi sesungguhnya mereka adalah manusia berTuhan. Manusia yang mengamalkan agama bukan hanya dari luarnya saja melainkan mengamalkan agama dari dalam yaitu dari inti kesejatian.
Disini saya bukan mengajak siapapun untuk tidak beragama atau tidak percaya akan adanya Tuhan. Tapi, saya mengajak kepada sahabat sekalian untuk menjadi pemeluk agama yang cerdas. Jelas sangat terlihat berbeda ketika kita memeluk agama hanya dari pendoktirnisasi saja dengan memeluk agama karena kita faham, kita sadar, dan kita benar-benar yakin akan adanya Tuhan. Meskipun agama kita bawaan lahir atau keturunan dari orang tua, tapi kita berkewajiban mencari inti kesejatian hidup dan mencari kebenaran dari agama yang telah kita percaya dari semenjak bayi itu.
Mungkin sekarang banyak orang yang beragama hanya sebagai formalitas atau sebagai isian di KTP agar kolom agama di KTP tertulis huruf-huruf yang berjejer karena dinegara Indonesia seseorang warga haruslah memeluk agama atau menganut suatu kepercayaan. Ditingkat agak atas sedikit ada orang yang beragama hanya dengan lisan. Mereka percaya akan adanya Tuhan, mereka percaya akan adanya dosa, syurga dan neraka tapi mereka lupa akan adanya kehidupan. Yang seperti inilah yang berbahaya yang bisa menjerumuskan seseorang dalam jurang taklid buta.
Disini saya ingin mengajak sahabat sekalian beragama dengan hati dan dalam tindakan. Benar-benar memahami konsep agama, tak hanya mengikuti doktrinisasi tanpa tau asal dan muasalnya. Mari beragama dengan perbuatan, saling mengasihi dan menghargai perbedaan. Karena pada dasarnya agama semuanya sama dan Tuhan itu Esa. Jangan jadikan Agama sebagai tujuan sehingga mulut kita mudah mengkafirkan, tapi jadikanlah agama sebagai jalan. Jalan menuju yang haqiqi yaitu Dzat yang maha agung. Allah azza wa jalla.

Diselesaikan pada pukul 00.41 WIB
Jum’at, 28 Novemeber 2014

Kamar Ponpes Assabila, Patemon, Semarang.

Jumat, 07 November 2014

Dunia Tanda Tanya

            Saya mengatakan dunia ini adalah dunia tanda tanya. karena kita engga bakal tahu kapan kita bakal nikah, engga tau kapan kita mati, engga tau juga kalau malah kita belum nikah malah udah mati aja. ya itu sedikit deskripsi gaje sih dari judul artikel kalo ini yaitu "Dunia Tanda Tanya". :/

        Aku menulis artikel ini berawal dari kebingungan aku setelah membaca berbagai macam literatur mengenai Tasawuf, Dunia Sufi terlebih Sosok Sufi yang sangat aku kagumi "Syekh Siti Jenar". Berbagai macam buku dan artikel di internet aku baca demi mengempulkan sejumlah data valid mengenai kehidupan Ruhaniah sang Idola. 

    Syeikh Siti Jenar sangat terkenal dengan ajaran sufinya "Manunggaling Kawulo Gusti" atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan Penyatuahn Diri dengan Tuhan. Konsep KeTauhidan yang diungkapkan Syeikh Siti Jenar sebelumnya juga pernah dibumikan oleh Al Hallaj tokoh sufi asal luar negeri yang Akhirnya dihukum mati oleh Kholifah / pemerintahan dinegaranya karena tidak sesuai dengan ajaran syariat pada umumnya yang diajarkan oleh ulama setempat.

     Lain Al Hallaj lain juga Syeikh Siti Jenar, Syeikh Siti jenar sebenarnya juga sempat akan dihukum mati oleh Kesultanan Demak Bintoro melalui surat pemanggilan yang disampaikan oleh ke lima wali tetapi Syeikh Siti Jenar lebih memilih mati dengan caranya sendiri. 

    Itulah sepenggal kisah hidup Syeikh Siti Jenar, tak banyak yang tau memang asalnya kisah hidup beliau karena memang sejatinya kisah hidup beliau ditutup-tutupi oleh walisongo karena walisongo takut apabila banyak orang yang mengikuti ajaran dari beliau. Karena Syekh Siti Jenar yang ilminya telah mencapai puncak Makrifat mengajarkan kepada semua orang meskipun orang tersebut syariatnya belum jejek/ belum sepenuhnya benar.

   Tapi saya tak akan banyak membahas kesimpang siuran cerita hidup beliau, disini saya akan lebih mengulas pemahaman saya mengenai literatur yang saya baca mengenai konsep keTauhidan yang diajarkan oleh Syeikh siti Jenar. Konsep 

Senin, 06 Oktober 2014

Lomba Resensi Buku Lupa Endonesa Deui

Hay Guys Mau dapat jutaan rupiah???

BEM FMIPA UNNES PRESENT

Lomba Resesi Buku Lupa Endonesa Deui
Tema : Pemimpin Indonesia yang tak Lupa Endonesa Deui

PENGHARGAAN
Juara I : Tropy, Piagam Penghargaan, dan Uang pembinaan Rp. 2.000.000,-
Juara II: Tropy, Piagam Penghargaan dan Uang pembinaan Rp. 1.500.000,-
Juara III: Tropy, Piagam Penghargaan dan Uang pembinaan Rp. 1.000.000,-

PENDAFTARAN
Lomba resensi buku_nama_ instansi kirim ke 085726812300 (yunita)

BIAYA DAN PEMBAYARAN
Biaya Lomba Rp.40.000,- per individu
Pembayaran dilakukan via transfer atau datang secara langsung di sekret BEM FMIPA UNNES, Gedung PKM FMIPA UNNES, Sekaran, Gunungpati, Semarang.

KONFIRMASI PEMBAYARAN
Lomba resensi buku _nama _ instansi _ sudah bayar
Kirim ke 085867003345

NO. REKENING
BNI 0306130546 a.n Sifi Lestari
BRI 015101021390504 a.n Sifi Lestari

MORE INFO
No Hp : 085740922822 ( Meis Dania Nila R.)
Bemfmipa.unnes.ac.id

Bedah Buku Nasional as Closing Dies Natalis FMIPA UNNES ke 49



                                _BEM FMIPA UNNES PRESENT_
 

 BEDAH BUKU NASIONAL as Closing Dies Natalis FMIPA Ke-49

Membedah isi buku Lupa Endonesa Deui karya Dalang Fenomenal Sujiwo Tejo

Pembedah:
Sujiwo Tejo (Budayawan, penulis, seniman, musisi, dalang  dan aktor)
Panelis 1 : 
Prie Gs (Jurnalis dan Seniman)
Panelis 2 :
Sucipto Hadi Kusumo (Dosen FBS UNNES)
Moderator :
Asep PYU (Dosen FBS UNNES)

FASILITAS

Snack
Sertifikat
Ilmu
Doorpize
Stiker
Hiburan menarik

PENDAFTARAN
BBN_NAMA_INSTANSI
Kirim ke 085726812300

PEMBAYARAN
Mahasiswa Unnes : 30k
Umum : 35k
On the spot : 40k
Pembayaran dilakukan via transfer atau datang secara langsung di sekret BEM FMIPA UNNES, Gedung PKM FMIPA UNNES, Sekaran, Gunungpati, Semarang.

KONFIRMASI PEMBAYARAN
BBN _nama _ instansi _ sudah bayar
Kirim ke 085867003345

NO. REKENING
BNI 0306130546 a.n Sifi Lestari
BRI 015101021390504 a.n Sifi Lestari

MORE INFO
No Hp : 085740922822 ( Meis Dania Nila R.)
Bemfmipa.unnes.ac.id

Rabu, 16 Juli 2014

NU Mempertemukan Kita dijalan Da'wah

 
        Setelah Postingan saya yang kemarin memperkenalkan PKPT IPNU IPPNU UNNES para pembaca yang budiman pasti sudah tau bermacam-macam departemen dan lembaga yang ada di PKPT IPNU IPPNU UNNES. Tapi disini saya akan lebih memperkenalkan kepada khalayak ramai (minjem istilah om dodit :D hehe) lebih jauh tentang Departemen Advokasi dan Da'wah khususnya di IP3NU UNNES. Saya akan mendeskripsikan funsi departemen ini, Program Kerjanya hingga Sosok-sosok hebat dibalik Pergerakan Da'wah Nahdhiyin dikampus saya.

       Da'wah dan Advokasi merupakan dua kata yang sangat bermakna dan berkesinambungan. Dalam KBBI Da'wah artinya penyiaran agama dan pengembangannya dikalangan masyarakat serta seruan untuk memeluk, mempelajari dan mengamalkan ajaran agama. sedangkan Advokasi merupakan salah satu bentuk komunikasi persuasif, yang bertujuan untuk mempengaruhi pemangku kepentingan dalam pengambilan kebijakan atau keputusan. Jadi Departemen Advokasi dan Da'wah adalah sebuah departemen yang bergerak dibidang Syiar agama islam serta departemen yang bergerak dibidang pembelaan dan perjuangan dan pengaruh kebijakan.

      Departemen Da'wah dan Advokasi adalah departemen ketiga di IPNU-IPPNU UNNES. Departemen yang kata orang-orang selalu ceria dan kompak ini memiliki program kerja yang lumayan banyak. Seperti Kajian Ilmu Agama Islam atau KIAI ( http://meisda.blogspot.com/2014/07/kajian-ilmu-agama-islam-kiai.html) , SMS Da'wah dan Ilmu, Da'wah Online ( https://www.facebook.com/kiai.unnes) , Sosialisasi SBMPTN serta IPNU IPPNU ke SMA/MA/SMK, Artikel Islami, Pembukuan Hasil Kajian, Khataman Bersama, Upgrading Internal departemen, Pengadaan Uang kas departemen (karena dalam organisasi NU kita dituntut untuk mandiri atau mengusahakan uang sendiri, karena kata kebanyakan orang NU adalah (Narik Urunan) hehe :D) , Program kerja yang selanjutnya ialah Peringatan Maulid Nabi hingga acara Talkshow Keagamaan. Alhamdulillah Program Kerja dan Agenda dari departemen ini yang sudah banyak yang terlaksana. Program Kerja dan Agenda yang ada di departemen ini semuanya adalah semata-mata untuk tujuan Pengadvokasian dan Penyiaran Agama Islam melalui bingkai-bingkai Nahdhiyin.

        Dan inilah orang-orang hebat dibalik Solid dan Kompaknya Departemen Da'wah dan Advokasi. Karena Kami berdelapan berkomitmen Jalan Da'wah adalah jalan yang kita pilih, dan NU (Nahdlatul Ulama) merupakan wadah kami untuk mensyiarkan Agama Islam yang Rahmatan lil 'Alamin.

     
       
Inilah Squad Pejuang Da'wah dan Advokasi
  1. Kepala Departemen Da'wah dan Advokasi IPNU UNNES


            Bernama lengkap Triasno Putranto dan akrab dipanggil TRIAS adalah seorang Pencinta Sholawat. Ya,  Penggila Sholawat adalah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok makhluk yang satu ini, karena dimana ada dia pasti disitu terdengar alunan Sholawat.  Lahir di Kudus pada tanggal 3 April 1994  sedang menempuh kuliah dijurusan Ilmu Keolahragaan FIK Unnes. Kang Trias begitu akrab dipanggilnya mempunyai hoby Traveling merupakan seorang yang sangat gigih memperjuangkan nilai-nilai KeNUan.
        Kepala Departemen Da'wah dan Advokasi IPNU UNNES ini mengawali karir Berorganisasinya  mulai dari bawah yaitu dengan menjadi pengurus IPNU Ranting Jepang Pakis Kudus, Pengurus Anak Cabang (PAC) Mejobo Kudus, Komandan CBP Mejobo Kudus, DKC CPB Kudus, hingga DKW JBP Jateng. Selain aktif diberbagai organisasi NU beliau juga sibuk diberbagai jamiyah Rebana hingga pada suatu ketika Grup Rebana beliau memperoleh Juara 1 Lomba Rebana SeKabupaten Kudus. Menjadi Seorang Takmir Masjid di gang Kalimasada 3 Banaran Unnes begitulah kesibukanya selain kuliah dan organisasi. Pesan atau Motto hidup beliau adalah Belajarlah Beroganisasi sampai tua dan Bermasyarakatlah jika ingin dimasyarakatkan.
 
Pembaca yang budiman bisa menghubungi Rekan Trias melalui facebook :
 
 
2.  Sekretaris Departemen Da'wah dan Advokasi IPNU UNNES

           Nama lengkap sekdep (sekretaris departemen:red) IPNU ini adalah Muhammad Ghulam Dzofir Manshur dengan nama sapaan Ghulam. Putra kelahiran Grobogan, 6 Agustus 1993 ini menyatakan bahwa hobinya adalah saharullail (terjaga di malam hari:red). Selain kesibukannya sebagai mahasiwa Jurusan Ilmu Hukum Unnes, dia juga menjadi salah satu ustadz atau pengajar kitab klasik di Ponpes Durrotu Ahlussunnah Wal Jama'ah, karena basic pengalaman mondok-nya yang cukup. Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan amanah departemen ini diberikan padanya. Dia menjadi sasaran terdekat saat kami memiliki masalah atau pertanyaan tentang agama. Alumni MA Qudsiyyah Kudus ini memiliki sifat yang supel dan jujur, tapi agak frontal saking terlalu jujurnya. Motto hidupnya adalah  "Jarrin takun 'aarifan".
 
Pembaca yang budiman bisa menghubungi Rekan Ghulam melalui facebook :
3. Anggota Departemen Da'wah dan Advokasi IPNU UNNES
 
 
       Calon Atletik Muslim satu ini adalah sosok yang luar biasa bernama lengkap Mochamad Amirudin Nashrulloh lahir di Kota Rembang pada tanggal 6 Mei 1993. Pria yang akrab disapa kang Amir ini mempunyai hobi 3B  Hobi dan Slogan IP3NU sama ya (Hehe) ternyata tapi 3B versi Kang Amir adalah Beribadah, Belajar, dan Berolahraga. Ya, beliau gemar berolahraga karena mungkin sesuai dengan cita-cita beliau menjadi seorang atletik, sekarang sedang menempuh pendidikan S1 Fakultas Ilmu Keolahragaan. Selain aktif dibidang Keolahragaan dan IPNU UNNES beliau juga menjadi Wakil Ketua Rohis tingkat Fakultas. hal yang tidak disukainya adalah menungu.
 
       Laki-laki berdarah Rembang ini memulai karir organisasinya pada awal menjadi mahasiswa baru yaitu pada tahun 2012 beliau mengikuti UKM Karate Unnes, UKM Hoki Unnes, dan Pengurus KAP (Kuliah Ahad Pagi). menginjak tahun kedua kuliah beliau mengakhiri karir di UKM dan beralih kebidang kerohanian tingkat Fakultas dan Badan Eksekutif Mahasiswa FIK 2013, Tak gampang puas dengan menjajal berbagai organisasi pria ini naik tingkat di BEM KM UNNES 2014 setingkat Universita. meskipun mempunyai banyak kesibukan tetapi beliau tetap mengingat asalnya yaitu warga Nahdhiyin, dengan mengikuti kepengurusan IPNU sebagai anggota Departemen Advokasi dan da'wah. Beliau selalu menggencarkan Moto Hidupnya yaitu Hidup Beriman Mati Penuh Rahmat.
 
Pembaca yang budiman bisa menghubungi Rekan Amir melalui facebook :




4.Anggota Departemen Da'wah dan Advokasi IPNU UNNES

Putra Jepara kelahiran 20 April 1995 di departemen ini bernama Muhammad Anshori, sedang menekuni keilmuan di program studi Pendidikan Teknik Elektro Unnes mulai tahun 2013. Mahasiswa ini selalu tampil energik dan ceria, sehingga memiliki banyak teman sehingga tak salah jika beliau mendapat amanah sebagai Kepala Departemen Sosial Masyarakat di  BEM Fakultas Teknik tahun ini. Anshori, begitulah sapaannya. Remaja ini gemar sekali berselancar di internet. Sosok hebat alumni Pondok Pesantren Bale Kambang ini selain sibuk di IPNU dan BEM beliau juga menjadi seorang Takmir Masjid Salman Al Faritsi FT Unnes. Kang Anshory begitu kami memanggilnya mempunyai cita-cita yang mulia yaitu mendirikan sebuah stasiun televise didaerah kelahirannya Jepara.

Pembaca yang budiman bisa menghubungi Rekan Anshori melalui facebook :
https://www.facebook.com/anshory.rafaellnobiz

1. Kepala Departemen Da'wah dan Advokasi IPPNU UNNES


       Sekarang gantian Penulis yang memperkenalkan dirinya, Karena ada pepatah mengatakan Tak kenal maka ta'aruf (hehe_red), Meis Dania Nila Rosyida begitulah nama pemberian Orangtua saya ketika saya masih bayi, akrab dipanggil Nila atau Meis Lahir di Kota Kretek Kudus pada 30 Mei 1995. Setelah lulus Sekolah Dasar di SDN 1 Kajar, saya mulai untuk Nyantri dan sekolah di MTs NU Banat Kudus dan Pondok Pesantren Al Mubarokah dibawah asuhan KH. Sa'dullah Rouyani yang juga merupakan Direktur Umum BPPMNU BANAT KUDUS kala itu. Setelah Lulus saya berniat melanjutkan pendidikannya disalah satu SMA negeri diKota Kudus, tetapi Tuhanku berkehendak lain. Allah SWT lebih meRidhoiku untuk melanjutkan Pendidikanku di Madrasah NU Banat Kudus. Setelah Tamat di MA NU Banat Kudus, perempuan pecinta pramuka ini melanjutkan pendidikannya di Kota Atlas, Semarang. Sekarang sedang menginjak semester V jurusan Matematika di Universitas Negeri Semarang.
       Kuliah di Jurusan Matematika membuatku berfikir untuk tidak hanya menjadi sekedar mahasiswa biasa yang kerjaanya hanya 4K atau Kuliah-Kos-Kampus-dan Kampung tetapi membuatku tergerak untuk mengikuti berbagai organisasi. Di dunia organisasi kampus saya memulai proses di Sekolah Kader Bangsa (SKB) yang merupakan Sekolah yang mendidik 160 Mahasiswa Baru yang terpilih untuk mengikuti training kepemimpinan dan training softskill, setelah lulus di SKB saya mengikuti Open Recruitmen Badan Eksekutif Mahasiswa dan diamanahi menjadi Staff Departemen PSDM, kini saya menginjak tahun kedua di BEM sebagai Bendahara Departemen, tak mau disebut kacang lupa pada kulitnya saya juga ikut berpartisipasi aktif di Organisasi IPPNU Unnes. ditahun pertama saya diamanahi di departemen Kaderisasi dan pada tahun ini saya diamanahi menjadi Kepala Departemen Da'wah dan Advokasi menggantikan Rekanita Rozaenah yang memilih untuk lebih focus pada Hafalan Al-Qur'annya. Untuk lebih lanjutnya mungkin para pembaca yang budiman bisa menghubungi saya melalui media social.
 
Pembaca yang budiman bisa menghubungi Saya  melalui facebook :


2. Sekretaris Departemen Da'wah dan Advokasi IPPNU UNNES



         Mbak Emma, begitulah sapaan kami pada gadis anggun kelahiran Kebumen, 28 Mei 1993 pemilik nama lengkap Ema Khoerunnisa ini. Dia adalah seorang mahasiswi Jurusan Matematikan Universitas Negeri Semarang yang sedang menginjak ke semester 7. Selain aktif di IPPNU, dia juga pernah aktif di kerohanian islam jurusan dan fakultas. Nampak di gambar fotonya diatas bahwa dia adalah gadis kalem. Benar, dia bersuara lirih dan sering menjadi pengingat dan penengah saat terjadi pertikaian dan keributan diantara kami. Hobinyan membaca dan mendengarkan, sedangkan hal yang paling tidak disukainya adalah menunggu (menunggu apa atau siapa, Mbak?:red). Pesannya adalah : "lakukan sekarang apapun yang bisa dilakukan.
 
Pembaca yang budiman bisa menghubungi Rekanita Emma melalui facebook :



3. Bendahara Departemen Da'wah dan Advokasi IPPNU UNNES



           Pendiam tapi agak childish. Perpaduan sifat yang unik pada diri pengatur keuangan Departemen  Da'wah dan Advokasi. Dia lah Murifatul Miskiyah yang biasa kita panggil Ifa. Lahir pada tanggal 3 November 1995 di Kota para santri Kota Kudus. Gadis lulusan MA NU Darul Hikam ini berkesibukannya menjadi Bendahara Departemen ini menjadikan wanita berdarah Jepara ini mengharuskanya memiliki sifat yang teliti. Meskipun Rekanita Ifa ini aktif di Organisasi tapi beliau adalah sosok wanita yang rajin belajar begitulah kiranya. Sedang menempuh pendidikan di jurusan Sosiologi dan Antropologi, mungkin cita-citanya menjadi Antropolog kali :D hehe.
 
         Pembaca yang budiman bisa menghubungi Rekanita Ifa melalui facebook :
 

4. Anggota Departemen Da'wah dan Advokasi IPPNU UNNES



             Afrida Nazlul Aini, seorang mahasiswi yang sedang menempuh program studi S1 Pendidikan Bahasa Prancis Unnes angkatan 2013. Gadis ini kerap disapa Afrida atau Rida atau Ida atau Afrid atau terserah yang memanggilnya, dia terima, karena dia adalah sosok yang easy going, jarang atau tidak pernah marah dan selalu ceria, tapi sering terlambat -_- . Gaya bahasa jawanya cukup merefleksikan bahwa dia adalah gadis berdomilisi Jepara. "Ya, karena awal pergerakan kesetaraan wanita dipelopori oleh orang Jepara (RA Kartini:red)" kata gadis yang tidak bisa disebut feminim ini dengan bangganya saat saya wawancarai mengenai kepribadiannya ini. Pengalaman ke-IPPNU-annya dimulai pada tingkat ranting dan komisariat SMK pada tahun 2012.
         Afrida, dia adalah gadis yang selalu bangga terhadap semua yang dia miliki termasuk memiliki tanggal lahir 1 Agustus 1995. Katanya, semua keputusan dan pemberian dari Allah adalah yang terindah :) begitulah kiranya motto hidupnya ini. Dhek Rida begitu saya biasa menyapa merupakan orang paling bersemangat diantara kita berdelapan, selalu pandai menyembunyikan amarah dan selalu terlihat ceria dimanapun berada, Beliau ini selain Aktif di IPPNU juga aktif di Lembaga Jurnalistik tingkat jurusan sebagai sekretaris.
 
        Pembaca yang budiman bisa menghubungi Rekanita Afrida melalui facebook : https://www.facebook.com/afrida.luvmom?ref=tn_tnmn


Ditulis pada Sore hari sambil ngabuburit di Ponpes Assabila
Semarang, 16 Juli 2014
Meis Dania Nila Rosyida

Selasa, 15 Juli 2014

Kajian Ilmu Agama Islam (KIAI)

          Kajian Ilmu Agama Islam atau biasa disebut dengan KIAI merupakan suatu kegiatan kajian mengenai agama islam yang diadakan oleh PKPT IPNU IPPNU UNNES dibawah naungan Departemen C (Da'wah dan Advokasi). Kegiatan ini diselenggarakan rutin setiap dua minggu sekali, meskipun agenda ini tergolong baru atau baru tercetus pada kepengurusan tahun ini tetapi peminat agenda ini sangatlah banyak. Banyak dari mahasiswa NU maupun umum yang berbondong-bondong mengikuti Ngaji ini.

      Kajian Ilmu Agama Islam ini bertujuan untuk memberikan pencerdasan kepada mahasiswa Islam tentang seputar agama islam, tata ibadah, dan lain sebagainya. Selama periode kepengurusan ini kegiatan yang bermanfaat ini telah terlaksana selama empat kali dengan Tema yang berbeda pada setiap kajiannya. Pertama kali agenda ini diselenggarakan di Masjid Salman Al Faritsi Unnes dengan Tema seputar Tauhid. Kami mengambil Tema Tauhid karena kami menganggap Tauhid adalah dasar dari orang untuk beragama. mereka harus percaya akan adanya Tuhan yang menciptakan semesta alam ini. Dengan pembahasan Tauhid ada mahasiswa yang bertanya tentang Aliran-aliran ilmu kalam seperti perbedaan Paham Jabariyah, Qodariyah, Mu'tazilah dan Ahlussunah. Pemateri atau guru dalam acara ini adalah para ustadz pondok pesantren kami bekerja sama dengan ustadz-ustadz pondok sekitar kampus Unnes, kebetulan pada pertemuan ini kita diberi pengarahan oleh Ust. Samroni (Ustadz PP. Al Asror Patemon).
 
         Pada pertemuan kedua, agenda ini bertempat di Mushola Al-Hikmah FIK dengan pembukaan oleh Grup rebana JMA dan Tema yang tak kalah menarik pada pertemuan sebelumnya yang membahas dasar agama. kali ini kita membahas tentang Ta'lim atau Pendidikan yang lebih ditekankan pada Pendidikan Islan sebagai pembentuk karakter bangsa. mengapa pendidikan menjadi hal yang krusial untuk kita soroti karena kampus Unnes merupakan kampus dengan basic pendidikan maka membicarakan pendidikan adalah hal yang sangat terasa menarik. Dengan mengkombinasikan pendidikan umun dengan pendidikan Islam diharapkan para peserta Kajian dapat selalu haus akan ilmu, dan selalu ingin memperoleh keberkahan ilmu. 
      
        Ada pepatah bijaksana yang berbunyi "Bangsa yang besar adalah bagsa yang menjunjung tinggi budaya dan tak melupakan sejarah bangsanya" kami menggait Tema pada pertemuan ketiga dengan Judul " Sisa Peradaban Islam pada generasi muda masa kini" yang merupakan refleksi dari perkembangan sejarah pada abad terakhir ini. Abad 20an ini merupakan abad yang serba modern dengan berbagai kecanggihan tekhnologi membuat manusia semakin dimudahkan dan dimanjakan dengan berbagai fitur baik itu gadget, internet, mobil, dan lain sebagainya. Kemodernan mebuat banyak pemuda dan pemudi Indonesia lebih memilih untuk menjauhi budayanya dan lebih memilih mengikuti trend seperti Boyband, Girlband, Gangnamstyle dan sebagainya. tingkat kesadaran akan menjaga budaya masih dirasa sangat kurang, padahal pemuda adalah asset sebuah bangsa. Bapak Revolusi kita pernah bilang "Bawakan saya 10 pemuda yang mencintai bangsanya  maka saya akan goncangkan dunia" betapa dahsyat kekuatan pemuda, tetapi apakah refleksi kekuatan anak muda masih berlaku dimasa sekarang. ada plesetan yang bilang "Bawakan saya 10 pemuda dimasa sekarang maka akan terbentuk Boyband" hehehe :D betapa memang sangat signifikan perubahan modernisasi pada abad terakhir ini.
           
          Diskusi yang terjadi pada sore itu sanagtlah hidup, banyak sekali pertanyaaan yang keluar dari para peserta kajian, Antusias adalah kata yang tepat untuk menggambarkan peserta pada kala itu. Ada yang bertanya tentang Wali songo, Kebudayaan jawa seperti kenduri, sedekah bumi, hingga alat-alat pusaka seperti keris dan akik. Berlanjut pada pertemuan keempat yang diadakan kemarin pada tanggal 14 Juni 2014 dengan pemateri Al Ustadz Khoirul Anwar yang juga merupakan Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) dengan Tema "Politik di Indonesia dalam kacamata Islam" selain Tauhid, Ta'lim, dan Tarikh, Siyasah juga perlu kita kaji karena agama Islam adalah agama yang sempurna yang kesemuanya diatur, meskipun sampai hal terkecil sebesar biji sawi.
 
         Hm.... Politik, pertama kali mendengar kata itu pasti dahi kita langsung mengernyit karena dalam politik itu terjadi berbagai macam spekulasi dan intrik-intriknya. Tetapi mempelajari ilmu politik pada dasarnya merupakan suatu keharusan bagi seseorang yang ingin menjadi negarawan, maka dari itu kami mengambil Tema tentang politik karena ditahun ini merupakan tahun yang sangat special bagi rakyat Indonesia, karena terjadi Pesta Demokrasi yang berlangsung pada bulan April (pemilihan Legislatif) dan tanggal 9 Juli 2014 terjadi pemilihan Presiden. Maka memberikan pencerdasan kepada mahasiswa muslim tentang arti politik dan demokrasi merupakan suatu kuwajiban bagi kami pengurus IPNU IPPNU. Pada Kajian kali ini  Al Ustadz Khoirul Anwar menyampaikan bahwasanya Politik adalah seni mengenai ketidakpastian, karena dalam prakteknya seseorang yang asalnya menjadi kawan dekatnya bukan hanya tidak mungkin satu atau dua tahun menjadi lawan polkitik yang perlu dicurigai. begitulah kiranya prolog yang disampaiakan pemantik kajian kita pada sore itu. Ustadz juga berpesan bahwasanya Kita sebagai warga muslim harus memberikan contoh kepada yang lainya agar berpolitik secara welas asih.

     Begitulah sedikit perkenalan mengenai salah satu program kerja unggulan PKPT IPNU IPPNU dibawah naungan Departemen C. Insya Allah Penulis akan menulis hasil kajian secara lengkap pada kesempatan yang lain.

Silahkan Bergabung di Facebook KIAI :  https://www.facebook.com/kiai.unnes


Ditulis disiang hari tanggal 17 Ramadhan 1345 H
di Kamar Maryam Ponpes Assabiila
 
 
     
 
     
     

Minggu, 13 Juli 2014

PKPT IPNU IPPNU UNNES

       
 
            Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi- Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama - Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Universitas Negeri Semarang atau biasa yang disebut PKPT IPNU IPPNU UNNES adalah dua organisasi Extrakampus yang berada dilingkungan Universitas Negeri Semarang.
para pembaca yang sudah mengenal NU khususnya yang sudah mengenal IPNU-IPPNU pasti akan bertanya-tanya ketika mendengar ada organisasi IPNU IPPNU diranah perguruan tinggi padahal organisasi ini  merupakan organisasi yang sebenarnya berada pada lingkup pondok pesantren dan tataran sekolah saja mulai dari MTs dan MA, lalu mengapa ada IPNU IPPNU ditingkat perguruan tinggi? apakah alasan yang mendorong didirikannya IPNU IPPNU diperguruan tinggi? segitu pentingkah adanya organisasi ini dilingkup mahasiswa? baik, saya akan sedikit bercerita tentang awal mula didirikannya  PKPT terbentuk khususnya di UNNES.
 
 
      Pada awalnya Nahdlatul Ulama (Selanjutnya disebut NU) mempunyai cabang underbow organisasi pada tingkat Perguruan Tinggi bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau yang akrab disebut PMII namun semenjak PMII mendeklarasikan dirinya untuk independent pasca NU menjadi partai politik, NU tak mempunyai underbow lagi pada tataran perguruan tinggi. meskipun dalam hal cultural PMII masih berbau keNUan tapi dalam hal structural NU tak memiliki underbow ditataran perguruan tinggi. maka inisiatif dari pendahulu-pendahulu kita menciptakan atau mengakali organisasi IPNU-IPPNU untuk diadakan pada tataran perguruan tinggi. meski sempat ada konflik tapi dengan seiring berjalanya waktu perguruan-perguruan tinggi di Indonesia serentak mendirikan PKPT IPNU IPPNU.
 
     Dari sedikit kronologi diatas para penggerak utama IPNU IPPNU Unnes yang kala itu dimotori oleh Mbak Farida (sekarang beliau menjadi ketua Pengurus Pusat IPPNU) bersemangat mendirikan IPNU IPPNU dilingkungan Unnes. Tujuan beliau mendirikan IPNU IPPNU Unnes selain untuk menjaga tradisi-tradisi Nahdhiyin dikalangan mahasiswa adalah untuk membentengi mahasiswa khususnya mahasiswa baru agar mereka tidak gampang terpengaruh dengan berbagai macam pengaruh dan aliran-aliran dalam Islam yang cenderung bersikap extreme serta melupakan unsur-unsur kebudayaan dari itulah IPNU IPPNU Unnes lahir.
 
    Setelah berjalannya waktu Alhamdulillah IPNU IPPNU UNNES mulai terkenal alias banyak yang mengetahui keberadaan dan eksistensinya, IPNU IPPNU UNNES bukan hanya bergerak pada bidang EO atau Event Organizer melainkan lebih menekankan sisi agamisnya dengan cara berdakwah. karena pada hakikotnya Islam adalah agama yang Rahmatan lil alamin.
 
     Para pembaca yang budiman inilah berbagai macam departemen dan lembaga yang berada pada IPNU IPPNU khusunya IPNU IPPNU UNNES dan Selanjutnya adalah sesi narsis atau sesi perkenalan, karena tak kenal maka tak sayang, inilah susunan kepengurusan PKPT IPNU IPPNU UNNES masa khidmad 2013/2014
 
SUSUNAN KEPENGURUSAN IPNU UNNES

 
Ketua                                                         : M. Adibusshofa 
                                                                     https://www.facebook.com/soffel.cworfrings?fref=ts
Wakil Ketua                                               : Singgih Baswendro
Sekretaris                                                   : Sirojul Munir
                                                                     Syaiful Ishlahul Umam
Bendahara                                                  : Imam Aripin
                                                                     M. Eko Saputro
Departemen
a.  Dept Pengembangan Organisasi           : Syaroful Anam (Kepala Departemen)
                                                                     Ahmad Zilqi Miski
                                                                     M. Syofi'i
                                                                     Ahmad Alfian R.Y
b. Departemen Pendidikan dan Kaderisasi: A. Syaidur Rozat (Kepala Departemen)
                                                                      Rif'ul Mazid Maulana
                                                                      Fadlur Rahman Fahmi
                                                                      M. Sururudin
c. Departemen Da'wah dan Advokasi        : Triasno Putranto (Kepala Departemen)
                                                                      M. Ghulam Dzofir M.
                                                                      M. Amiruddin
                                                                      M. Anshory
d. Departemen Bakat, Minat, dan Seni      : M. Nur Salim (Kepala Departemen)
                                                                     Husni Tamrin
                                                                     M Irvan
                                                                      Khoerul Mulyana
e. Departemen Sosial dan Humas              : M. Khairumuzaki (Kepala Departemen)
                                                                     Hamam Fajaruddin
                                                                     Farid Luthfi A.
                                                                     Mahfudz Fauzi
Lembaga
a. Lembaga  Ekonomi                                : Miftahur Royan (Kepala Lembaga)
                                                                      Tantowi Jauhari
                                                                      Ikmal Hilmi
                                                                      Munawar Cholil
b. Lembaga Pers dan Jurnalistik                : A. Zayadi  (Kepala Lembaga)
                                                                     Achmad Rifai
                                                                     Achmad zaidur rasyidin
                                                                     Fika Rofiuddin Izza
c. Lembaga CBP(Corp Brigade Pelajar)    : Bani Sya'bani (Kepala Lembaga)
                                                                     Ahmad Dafid Lukman
                                                                     Ahmad Daroini Ma'sum
                                                                     Syarifuddin
________________________________________________________________________________
 
SUSUNAN KEPENGURUSAN IPPNU UNNES
 
Ketua                                                         : Dzika Ulya Hanani 
                                                                     https://www.facebook.com/dzika.zee
Wakil Ketua                                               : Alifa Muhandis
Sekretaris                                                   : Afifah
                                                                     Elok Mutiara Rahmawati
Bendahara                                                  : Laily Pebriyani
                                                                     Mailiz Zaniq Hilmi
                                                                    
Departemen
a.  Dept Pengembangan Organisasi           :   Ana Nur Farihah (Kepala Departemen)
                                                                     Akhil Basyiroh
                                                                     Suci Utami
                                                                     Rohmani
                                                                     Aidatun Nadhiroh
b. Departemen Pendidikan dan Kaderisasi:  Fahrunnisak  (Kepala Departemen)
                                                                      Mafaliha Nuzula
                                                                      Yundra Karina
                                                                      Ismi Fajriyatun
                                                                      Mia Novita N.
c. Departemen Da'wah dan Advokasi        : Meis Dania Nila Rosyida (Kepala Departemen)
                                                                     Emma Khoirunnisa
                                                                     Afrida Nazlul Aini
                                                                     Mur Iffatul
d. Departemen Bakat, Minat, dan Seni      :  Suprapti (Kepala Departemen)
                                                                      Umi Faridatus S.
                                                                     Alfiyatin Nur Khasanah
                                                                     Eka Devi
                                                                     Diyan Siti M
e. Departemen Sosial dan Humas              :  Ana Fitriyana (Kepala Departemen)
                                                                     Ninik Efi M.
                                                                    Iqbalina Zahro
                                                                    Uswatun Hasanah
                                                                    Rizqi Aziza Sari
Lembaga
a. Lembaga  Ekonomi                                :  Uliya Mahalin  (Kepala Lembaga)
                                                                       Nala Chutmiyatul A
                                                                      Iswatun Chasanah
                                                                      Anin Rahmawati
                                                                      Yuni komariah
b. Lembaga Pers dan Jurnalistik                : Ratih Tyaz Arini   (Kepala Lembaga)
                                                                     Wakhidati Maimunah
                                                                     Nur Laila Sofiatun
                                                                     Firna Larasati
                                                                    Hanik Maftuha
c. Lembaga KPP( Korp Pelajar Putri)       :  Difta Khoirunnisa  (Kepala Lembaga)
                                                                     Muthoharoh
                                                                     Nailu Sa'adah T.
                                                                     Ratih Hidayah
                                                                     Dewi Ulfiatunnisa

Nah itulah nama-nama squad keluarga IPNU IPPNU komisariat UNNES. Program Kerja yang sudah terlaksana selama periode kepengurusan ini adalah MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) yang pada bulan Juni lalu diadakan di Mranggen Demak, KIAI (Kajian Ilmu Agama Islam) merupakan agenda syiar dan dakwah IPNU IPPNU Unnes yang diadakan rutin setiap dua minggu sekali dengan tema yang berbeda-beda tiap kajiannya, Upgrading Pengurus merupakan kegiatan yang ditangani langsung oleh PH yang bertujuan untuk mengupgrade semangat para kader dan untuk menambah kedekatan dan kekeluargaan para kader, Dialog kependidikan karena Unnes merupakan kampus yang basicnya kependidikan maka membicarakan hal pendidikan merupakan hal yang sudah sangat lumprah maka dari itu IPNU dan IPPNU UNNES tak ingin ketinggalan membahas pendidikan yang ada di Indonesia, harapannya para kader dapat menjadi peka social terhadap permasalahan-permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia serta dapat mempunyai ide brilliant untuk mennaggulangi dan mengurangi segala permasalahan pendidikan.

Nah dari itu cukup sekian dulu perkenalan IPNU IPPNU Unnes dari saya, untuk lebih jelasnya yuk kita buka Website dan Add Facebook IPNU IPPNU UNNES di bawah ini linknya:
KIAI (Kajian Ilmu Agama Islam) : https://www.facebook.com/kiai.unnes?ref=tn_tnmn
Facebook                                        : https://www.facebook.com/pk.ipnuippnuunnes?fref=ts
Blog                                                : http://ipnuunnes.blogspot.com/ 
Follow @twitter                             : @IPNUIPPNUUNNES  

KALKULUS 2


DEKOMPOSISI PECAHAN PARSIAL

FAKTOR LINEAR

 

Faktor Linear yang Berbeda

I.         Ciri-ciri Bentuk Soal

Penyebut dapat diuraikan menjadi faktor-faktor linear tanpa harus menggunakan bilangan kompleks dan faktor-faktornya berpangkat satu.

 

II.      Strategi Menyelesaikan Dekomposisi Pecahan Parsial Faktor Linear

a.    Faktorkan penyebutnya

b.    Misalkan bentuk untuk setiap faktor dari penyebut. (Asumsikan pembilang konstan untuk penyebut berderajat satu)

c.    TentukanA dan B dengan mengkombinasikan pecahan dan menyamakan penyebut.

d.   Kumpulkan variabel yang sama dalam pembilang pada ruas kanan

e.    Gunakan fakta bahwa jika dua polinomial adalah sama, maka koefisien dari variabel yang sama dari ruas kiri dan kanan adalah sama.

f.     Memecahkan sistem persamaan yang dihasilkan, baik dengan substitusi atau eliminasi.

 

III.   Contoh Soal

1.      Tentukan

Penyelesaian:


Faktorkan penyebut


Sehingga





Diperoleh fakta

;          ;            

Mencari nilai  dan



Substitusikan  dan




Diperoleh

Maka

Sehingga





Jadi

 

2.      Tentukan

Penyelesaian:

Faktorkan penyebut


Sehingga





Diperoleh fakta

;                        ;                

Mencari nilai  dan


Eliminasi




Substitusikan


Substitusikan dan


Diperoleh

Maka

Sehingga





Jadi