Jumat, 23 Mei 2014

DO'A


Do’a adalah permohonan. Ada yang mengungkapkan bahwa berdo’a itu menghaturkan hajat kepada Allah pengangkat Derajat, Do’a kebaikan dapat bermanfaat bagi orang yang masih hidup dan orang yang sudah meninggal dunia. dan do’a kejelekan dapat kemadharat walaupun keluarnya do’a itu dari orang kafir.

Selain itu Do’a juga merupakan salah satu ibadah yang sering kita lakukan. Banyak orang yang berdo’a, tetapi tau apa maksud dari do’a tersebut. Dengan adanya makalah ini semoga kita semua dapat mengetahui lebih dalam apa yang dimaksud dari do’a yang selama ini kita lakukan. Yakni mengetahui apa pengertian do’a, tujuan berdo’a, adab berdo’a, syarat-syarat agar do’a dapat diijabah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

  1. Pengertian Do’a

Do’a adalah permohonan. Ada yang mengungkapkan bahwa berdo’a itu menghaturkan hajat kepada Allah pengangkat Derajat, Do’a kebaikan dapat bermanfaat bagi orang yang masih hidup dan orang yang sudah meninggal dunia. dan do’a kejelekan dapat kemadharat walaupun keluarnya do’a itu dari orang kafir.

Selain itu Do’a juga merupakan salah satu ibadah yang sering kita lakukan. Banyak orang yang berdo’a, tetapi tau apa maksud dari do’a tersebut. Dengan adanya makalah ini semoga kita semua dapat mengetahui lebih dalam apa yang dimaksud dari do’a yang selama ini kita lakukan. Yakni mengetahui apa pengertian do’a, tujuan berdo’a, adab berdo’a, syarat-syarat agar do’a dapat diijabah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya. 

 

  1. Tujuan Do’a

Pertama: Do’a adalah ibadah dan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no. 1479, At Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267; dari An Nu’man bin Basyir)

Kedua: Do’a adalah sebab untuk mencegah bala’ bencana.

Ketiga: Do’a itu amat bermanfaat dengan izin Allah. Manfaat do’a ada dalam tiga keadaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut,

« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa'id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)

Keempat:  Do’a adalah sebab kuat dan semakin mendapatkan pertolongan menghadapi musuh.

Kelima: Do’a merupakan bukti benarnya iman dan pengenalan seseorang pada Allah baik dalam rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya. Do’a seorang manusia kepada Rabbnya menunjukkan bahwa ia yakini Allah itu ada dan Allah itu Maha Ghoni (Maha Mencukupi), Maha Melihat, Maha Mulia, Maha Pengasih, Maha Mampu, Rabb yang berhak diibadahi semata tidak pada selainnya.

Keenam: Do’a menunjukkan bukti benarnya tawakkal seseorang kepada Allah Ta’ala. Karena seorang yang berdo’a ketika berdo’a, ia berarti meminta tolong pada Allah. Ia pun berarti menyerahkan urusannya kepada Allah semata tidak pada selain-Nya.

Ketujuh: Do’a adalah sebagai peredam murka Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan  bahwa hadits ini hasan)

Semoga faedah ilmu ini memberikan kita motivasi untuk terus berdo’a dan banyak memohon pada Allah. Setiap do’a pasti bermanfaat. Setiap do’a pasti akan diberi yang terbaik oleh Allah menurut-Nya. Jadi jangan putus untuk terus memohon.

  1. Adab Berdo’a

·         Memilih waktu – waktu fadhilah seperti waktu sujud, adzan, dan iqomat

·         Terlebih dalulu berwudlu dan melakukan Shalat.

·         Menghadap kiblat.

·         Mengangkat Kedua tangan

·         Terlebih dahulu bertaubat denga mengakui dosa

·         Ikhlas

·         Membaca Hamdalah dan shalawat di awal, tengan dan akhir do’a

  1. Contoh Lafadz Do’a (Do’a awal dan Akhir Pembelajaran)

a.      Do’a Awal Pembelajaran

 

يا فتاح ياعليم        يا رزاق ياكريم

رب افتح قلوبنا       فتوح العارفين

 

Artinya :

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Ya Allah Pembuka hati Yang Maha Mengetahui

Pemberi rizki yang maha Mulia

Ya Allah Bukalah hati Kami

Sebagaimana kau buka hati orang-orang yang ‘Arif

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani lahir di jailan, sebelah selatan laut kaspia, iran pada tahun 1077M atau 1470H

            Selain disebut syekh, wali, dan sebutan lain dalam tarekat ia juga disebut sayid, karena dari pihak ibunya ia masih ada keturunan sayyidina husain (cucu Nabi Muhammad SAW) sedang dari pihak ayah masih keturunan sayyidina hasan ( juga cucu Nabi Muhammad SAW).

            Setelah mendalami pengetahuan agama di jailan pada tahun 1095 ia terdorong untuk merantau ke baghdad kota yang pada masa itu menjadi pusat peradaban dan pengetahuan islam. Salah seorang pembimbingnya dalam bidang tasawuf adalah Al-Dabbas ( wafat tahun 1331M / 521H).

            Setelah bertahun-tahun perjalanan pembinaan tarekat Qodriah, banyak nasehat yang disampaikan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, nasehat itu telah dibukukan sehingga dapat dipelajari dan memetik hikmahnya.

Diantara buku-buku yang memuat nasehat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, yaitu :

  1. Futuhul Ghaib
  2. Al-Fathur Rabbani
  3. Al-Qasidatul Ghaisiyyah

 

Nasehat-nasehat keagamaan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pada dasarnya memuat:

  1. Agar setiap muslim tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah nabi.
  2. Setia menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  3. Berjuang melawan hawa nafsu.
  4. Pada taraf yang lebih tinggi berserah diri sepenuh hati kepada Allah SWT.

 

            Walaupun  Syekh Abdul Qadir Al-Jailani baru menikah pada usia 51 tahun . namun ia dikaruniai banyak keturunan, yaitu 20 putera dan 29 puteri. Sejulah putranya juga menjadi ulama’ dan syeikh tarekat.

Diantara putra-putra Syekh Abdul Qadir Al-Jailani:

  1. Syeikh Abdul Wahab, pengelola madrasah (sejak 1150)
  2. Syeikh Abdur Razak yang ikut berdakwah di Baghdad.

 

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani wafat pada tahun 1168 M/561 H dalam usia 91 tahun.

Biografi R.A Kartini



Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orang tuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak. Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.
 
Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu. Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya. Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional. Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.

Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya. Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.

Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi. Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

 

Video Tentang Pendidikan

 
    1.      Pendapat saya mengenai video
 
Sangat  luar biasa sekali bahwa anak SMA X sudah berani membuktikan bahwa dunia pendidikan saat ini sudah jauh berbeda dengan dahulu, sekarang sudah banyak perubahan atau degradasi moral yang melanda anak bangsa sehingga kasus kenakalan remaja sangat banyak. Video yang seperti itulah yang seharusnya dibuat dan dipertontonkan kepada kita khususnya calon guru supaya kita melihat dan menilai masalah seperti ‘mencontek’ itu tidak dengan sebelah mata dan langsung memberikan keputusan yang akan memberatkan sebelah pihak.  Video juga dapat memberikan tuntunan bahwa mencontek itu adalah perbuatan yang salah yangh kelak kalau dibiasakan terus menerus bisa menerapkan sikap mudah berbohong yang ujung-ujungnya adalah korupsi.
 
2.      Kesan
 
Kesan terhadap film tersebut jujur asalnya saya sangat bingung ketika pertama kali melihat judulnya yang aneh dan awal ketika ada upacara disekolah, ternyata ketika saya sudah menonton film tersebut saya tahu maksud dari film tersebut ketika seorang anak SMA yang sangat beraninya menegakkan keadilan dan memberi keterangan kenapa mencontek itu berbahaya dan disekolahnya itu bahanya sangat besar apabila ketahuan menyontek, nah itu merupakan awal klimaks dari film tersebut ketika salah satu temannya yang juga siswa di SMA nya itu di DO gara-gara mencontek tanpa diberi kesempatan pembelaan pada dia, padahal sejujurnya niat awal dari temannya tersebut tidak mencontek dan anehnya lagi ketika seorang guru BP yang menangani kasus anak tersebut ketiak ditranya oleh orang tua si anak yang do DO tersebut menjawab “yah anak ibu ini dikeluarkan karena ketahuan mencontek” ibu si anak tersebut menjawab “kalau tidak ketahuan berarti tidak dikeluarkan?”  dengan datarnya siguru tersebut menjawab “iya” ini membuktikan bahwa tidak adilnya pendidikan zaman sekarang.
 
3.      Pesan
 
Pesan saya kepada para pelajar setelah menonton video tersebut bahwa sikap kejujuran itu sangat diperlukan dan diterapkan sejak dini supaya tidak ada lagi mencontek yang otoritasnya hanya nilai dan nilai yang dikejar karena sesungguhnya dalam pendidikan yang diperlukan adalah kepahaman dan ilmu yang bermanfa’at didunia dan diakhirat, dan meluruskan niat awal kita belajar dan sekolah itu untuk apa, tidak mungkin kalu kita sekolah itu niatnya mencari nilai, pasti niat awal adalah supaya pintar dan mempunyai ilmu yang bermanfa’at tentunya. Karena kita tahu pepatah mengatakan bahwa satu kebohongan akan diikuti kebohongan yang lainnya begitupun kalau anak dari kecil sudah terbiasa berbuat bohong maka tidak mungkin dan tidak jarang bahwa ketika dia sudah dewasa dan sudah menjadi pejabat banyak yang terlibat kasus korupsi.
 
4.      Kritik
 
            Kritik terhadap film pendidikan tersebut adalah ketika memang benar katakana benar dan   ketika memang itu salah jangan ragu katakana salah. Film tersebut sebaiknya ditambah lagi ruang lingkupnya bukan hanya di SMA tersebut tetapi kita lihat kancah pendidikan di Indonesia agar kita tahu gimana rusaknya pendidikan di Indonesia ini dan jangan hanya menganalisis dan mengkritik tanpaa adanya saran yang membangun dan perubahan yang nyata.
5.       Peran lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan hubungannya antara masing-masing pengaruh
 
Masing-masing factor diatas sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, sikap, perilaku dan proses belajar anak, karena kita tahu sendiri bahwa dunia pendidikan itu terbentuk dari tiga buah proses, pendidikan informal, nonformal, dan formal. Pendidikan informal adalah pendidikan dimana peranan orang tua adalah sebagai pembentuk karakter anak, jika orang tua dari dini sudah menerapkan sikap jujur kepada anak kelak anak akan belajar dan mengikuti pembelajaran orang tuanya serta akan menerapkan dikehidupan nyata dia bahwa berbohong adalah perbuatan dosa, orangtua bukan hanya dituntut untuk melarang ini, melarang itu tetapi lebih keprakteknya , ketika orangtua tersebut tidak pernah berbohong maka kelak anaknya akan mencontoh kebiasaan orangtuanya.
Sedangkan yang dimaksud pendidikan nonformal adalah pembelajaran anak yang dikaitkan dengan masyarakat,teman dan lingkungan, sebagaimana banyak diterangkan dan dipeperkan bahwa lingkungan adalah berperan kedua setelah orangtua anak, setelah orangtua memberikan pendidikan keanak, lingkungan akan berpengaruh sebagaimana teman pergaulan ketika memang si anak bergaul dengan orang yang pintar-pintar atau suka belajar maka kecil kemungkinan si anak tersebut malas belajar, berbeda halnya dengan ada anak yang tinggal didaerah pemukiman kumuh, fasilitas tidak memenuhi sama sekali , dan banyak sekali terjadi kekerasan atau kejahatan maka psikis anak akan berkata lain dia lebih memilih untuk hidup malas, bergelandangan dan bersifat nakal. Sedangkan yang dimaksud pendidikan formal adalah sekolah, dimnana sekolah tersebut menerapkan peraturan yang berlaku dan mengikat kepada setiap siswa tau siswinya, sekolah menjadi ajang untuk anak bersosialisasi kelak dimasyarakat, ketika sekolah yang ditawarkan mempunyai fasilitas yang lengkap dengan segudang peraturan missal peraturan mencontek bakal dikeluarkan itu adalah salah satu kebijakan sekolah yang seharusnya pada awal masuk sekolah ada perjanjian atau kontrak supaya misalkan ada insiden dihari kedepannya tidak aka nada pihak yang merasa dirugikan oleh peraturan tersebut. Sama halnya pabila sebuah sekolah tersebuut membuat kebijakan baru harus dirapatkan oleh masing-masing perwakilan dari kelas. Karena Negara kita adalah Negara domokrasi yang dimana semua orang bebas mengeluarkan pendapat.
 
 
 
 

Rabu, 21 Mei 2014

Lirik Lagu



NAFF- KAU MASIH KEKASIHKU


Chorus:
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku

Tak bisa kutahan lagi angin
Untuk semua kenangan yang berlalu
Hembuskan sepi merobek hati

Meski raga ini tak lagi milikmu
Namun didalam hatiku sungguh engkau hidup
Entah sampai kapan
Kutahankan rasa cinta ini

Chorus

Dan kuberharap semua ini
Bukanlah kekeliruan seperti yang kukira
Seumur hidupku
Akan menjadi doa untukmu

Chorus

Andai saja waktu bisa terulang kembali
Akan kuserahkan hidupku ini disisimu
Namun ku tau itu takkan mungkin terjadi
Rasa ini menyiksaku sungguh-sungguh menyiksaku

Chorus

Jauh dilubuk hatiku
Kau masih kekasihku
[3x]

Lagu ini adalah salah satu lagu favoritku, ya karena liriknya itu ngena banget sampai kehati, walaupun lagunini mellow dan tergolong sellow kendo (jawa_red) tapi tetep aja suka sama lagu ini..
Selain itu lagu ini juga bisa membawakanku pada dimensi berbeda, ya dimensi dimana aku bisa melihat seseorang yang sampai saat ini tak bisa pergi dihati, hehe