Jumat, 28 November 2014

Rindu Pada Ayat Syahdu

Kala itu ingatanku mengerucut pada masa lalu
ketika ayat-ayat itu
berdendang merdu dalam setiap maghribku

Betapa masa kecil itu romantis
mendendangkan firman  Tuhan ditemani gerimis
Betapa harmonis persahabatan kala itu
bersahabat dengan ayat-ayat Tuhan

Kini aku terbangun pada lamunanku
mengingat bait ayat-ayat itu
yang tak seromantis dulu
Tak lagi terdengar merdu
Pun tak lagi menusuk sukma dan kalbu

Ayat--ayat itu kini hanya menjadi bacaan
seolah hanya sebagai pemantas
Tak ubahnya sebagai formalitas

Andaikan bisa memilih
Aku akan memilih pada rindu
Pada rindu masa kecil itu
berlomba melantunkannya dengan syahdu
dan menghayati setiap ayat dengan hikmat

________________________________________

Ditulis : Meis Dania Nila Rosyida

Kamis, 27 November 2014
Aula Ponpes Assabila

Beragama dengan hati dan dalam Tindakan


Oke sob, disini aku iseng-iseng nulis apa yang aku rasain selama ini, ditulis berdasarkan analisa beberapa buku yang saya baca, video, ceramah dan pengalaman diri pribadi mengenai konteks keAgamaan. Saya membuka forum diskusi terbuka apabila terdapat kritik terhadap tulisan ini. Serta tak lupa saran dari para sahabat sekalian apabila kurang berkenan dengan tulisan ini.
Saya akan mengawali menulis ini dengan mendefinisikan makna dari sebuah agama. Agama berasal dari dua kata A dan Gama, A yang artinya tidak dan gama yang artinya kerusakan, dari namanya saja sudah tampak terlihat agama merupakan sesuatu yang tidak rusak. Sedangkan menurut KBBI Agama adalah suatu ajaran atau sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan kepada Tuhan YME serta tata kaidah bersosialisasi kepada masyarakat. Secara serempak dan disepakati jelas agama adalah sesuatu ajaran yang harus dipeluk oleh umat manusia sebagai sumber kepercayaan dalam berperilaku sehari-hari.
Karena saya tinggal di Indonesia yang berbhineka serta menghargai keberagamaan maka saya akan lebih membahas tentang konsep Beragama dalam tindakan. Tanpa menyalahkan maupun menspesialkan agama tertentu. Indonesia yang terkenal dengan berbagai macam budaya, suku, bahasa, dan agama mengakui bahwa Negara Indonesia adalah negara yang mengakui adanya Tuhan. Agama yang tercatat dan terakui oleh pemerintah di Indonesia ada enam, antara lain: islam, budha, hindu, kristen, katholik, maupun konghuchu. Apapun itu agamanya, entah itu Monoteisme maupun multiteisme yang jelas dalam agama yang diajarkan pasti suatu kebaikan.
Tapi, Bagaimana jika agama menjadi dasar untuk kerusakan dan perpecahan???? Ya, pertanyaan itu pasti akan muncul ketika kita telusuri banyak kasus atau kejadian pada era sekarang yang menyebabkan kehancuran dengan berkedok agama. Coba saja kita lihat peristiwa bom bunuh diri di Bali pada tahun 2004 lalu yang menewaskan ribuan turis asing dan masyarakat lokal tak lain dan tak bukan peristiwa itu merupakan terosisme yang mengatasnamakan Tuhan. Seorang muslim yang beragama hanya dari luarnya saja menjatuhkan bom bunuh diri di Bali dengan dalih membunuh orang-orang kafir. Belum lagi saya menemukan berbagai macam info kristenisasi di beberapa rumah sakit swasta dengan iming-iming pengobatan gratis serta mendapat biaya tambahan setiap bulan asalkan mau memeluk ajaran kristen. Disini saya melihat ada sebuah pemaksaan kehendak dan politik kepentingan. Masih ada lagi kaum Yahudi yang ingin menguasai dunia dengan konsep New Wordl Order yang dalam konspirasinya akan banyak merugikan banyak orang. Dan masih bahyak lagi kejadian di dunia ini jika kita telusuri ujung tombaknya adalah pemahaman agama hanya dari luarnya saja.
Apakah ada yang salah dengan agama yang kita anut? Apakah masyarakat era modern sudah tak cocok lagi menggunakan agama sebagai pedoman dalam berkehidupannya? Berbagai pertanyaanpun akan muncul dari sini. Sebelum kita jawab pertanyaan diatas saya akan mencoba mendeskripsikan China yang notabene masyarakatnya tak mempercayai Tuhan atau yang biasa disebut Atheis.
China dengan jumlah populasi penduduk yang padat kini menjadi pusat perekonomian ASIA. Ekonomi mikro atau UMKM yang dikembangkan oleh pemerintah mampu menyuplai APBN negara yang lumayan sangat banyak. Masyarakat China sendiri tersebar dimana-mana dan tak jarang kita temui seorang berdarah China pasti kaya. Ada apa dibalik cerita masyarakat China sehingga mereka bisa kaya dan bisa menybarkan rasnya keberbagai penjuru dunia?. Masyarakat China dikenal ulet dan gigih dengan menerapkan prinsip berjualan maka tak jarang banyak Chinese yang kaya raya dan menjadi bos.
China merupakan negara yang dirujuk Rosulullah sagai tempat menimba ilmu dari suatu hadits Rosulullah SAW bersabda : “ Tuntutlah Ilmu Sampai kenegeri China”. Saya pernah diceritakan guru saya mengapa yang ditunjuk Rosul adalah negeri China bukan negeri Arab, Mesir, Palestina, maupun negara arab lainnya. Mungkin sangat unik ketika kita menelisiknya lebih dalam. Seperti penggalan cerita diatas masyarakat China terkenal dengankeuletan dan kegigihannya serta tak mudah putus semangatmungkin itu yang telah menjadi dasar Rosul kita mengapa negara yang dirujuk hadits tersebut adalah China. China yang tak mengakui adanya Tuhan tetapi sesungguhnya mereka adalah manusia berTuhan. Manusia yang mengamalkan agama bukan hanya dari luarnya saja melainkan mengamalkan agama dari dalam yaitu dari inti kesejatian.
Disini saya bukan mengajak siapapun untuk tidak beragama atau tidak percaya akan adanya Tuhan. Tapi, saya mengajak kepada sahabat sekalian untuk menjadi pemeluk agama yang cerdas. Jelas sangat terlihat berbeda ketika kita memeluk agama hanya dari pendoktirnisasi saja dengan memeluk agama karena kita faham, kita sadar, dan kita benar-benar yakin akan adanya Tuhan. Meskipun agama kita bawaan lahir atau keturunan dari orang tua, tapi kita berkewajiban mencari inti kesejatian hidup dan mencari kebenaran dari agama yang telah kita percaya dari semenjak bayi itu.
Mungkin sekarang banyak orang yang beragama hanya sebagai formalitas atau sebagai isian di KTP agar kolom agama di KTP tertulis huruf-huruf yang berjejer karena dinegara Indonesia seseorang warga haruslah memeluk agama atau menganut suatu kepercayaan. Ditingkat agak atas sedikit ada orang yang beragama hanya dengan lisan. Mereka percaya akan adanya Tuhan, mereka percaya akan adanya dosa, syurga dan neraka tapi mereka lupa akan adanya kehidupan. Yang seperti inilah yang berbahaya yang bisa menjerumuskan seseorang dalam jurang taklid buta.
Disini saya ingin mengajak sahabat sekalian beragama dengan hati dan dalam tindakan. Benar-benar memahami konsep agama, tak hanya mengikuti doktrinisasi tanpa tau asal dan muasalnya. Mari beragama dengan perbuatan, saling mengasihi dan menghargai perbedaan. Karena pada dasarnya agama semuanya sama dan Tuhan itu Esa. Jangan jadikan Agama sebagai tujuan sehingga mulut kita mudah mengkafirkan, tapi jadikanlah agama sebagai jalan. Jalan menuju yang haqiqi yaitu Dzat yang maha agung. Allah azza wa jalla.

Diselesaikan pada pukul 00.41 WIB
Jum’at, 28 Novemeber 2014

Kamar Ponpes Assabila, Patemon, Semarang.

Jumat, 07 November 2014

Dunia Tanda Tanya

            Saya mengatakan dunia ini adalah dunia tanda tanya. karena kita engga bakal tahu kapan kita bakal nikah, engga tau kapan kita mati, engga tau juga kalau malah kita belum nikah malah udah mati aja. ya itu sedikit deskripsi gaje sih dari judul artikel kalo ini yaitu "Dunia Tanda Tanya". :/

        Aku menulis artikel ini berawal dari kebingungan aku setelah membaca berbagai macam literatur mengenai Tasawuf, Dunia Sufi terlebih Sosok Sufi yang sangat aku kagumi "Syekh Siti Jenar". Berbagai macam buku dan artikel di internet aku baca demi mengempulkan sejumlah data valid mengenai kehidupan Ruhaniah sang Idola. 

    Syeikh Siti Jenar sangat terkenal dengan ajaran sufinya "Manunggaling Kawulo Gusti" atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan Penyatuahn Diri dengan Tuhan. Konsep KeTauhidan yang diungkapkan Syeikh Siti Jenar sebelumnya juga pernah dibumikan oleh Al Hallaj tokoh sufi asal luar negeri yang Akhirnya dihukum mati oleh Kholifah / pemerintahan dinegaranya karena tidak sesuai dengan ajaran syariat pada umumnya yang diajarkan oleh ulama setempat.

     Lain Al Hallaj lain juga Syeikh Siti Jenar, Syeikh Siti jenar sebenarnya juga sempat akan dihukum mati oleh Kesultanan Demak Bintoro melalui surat pemanggilan yang disampaikan oleh ke lima wali tetapi Syeikh Siti Jenar lebih memilih mati dengan caranya sendiri. 

    Itulah sepenggal kisah hidup Syeikh Siti Jenar, tak banyak yang tau memang asalnya kisah hidup beliau karena memang sejatinya kisah hidup beliau ditutup-tutupi oleh walisongo karena walisongo takut apabila banyak orang yang mengikuti ajaran dari beliau. Karena Syekh Siti Jenar yang ilminya telah mencapai puncak Makrifat mengajarkan kepada semua orang meskipun orang tersebut syariatnya belum jejek/ belum sepenuhnya benar.

   Tapi saya tak akan banyak membahas kesimpang siuran cerita hidup beliau, disini saya akan lebih mengulas pemahaman saya mengenai literatur yang saya baca mengenai konsep keTauhidan yang diajarkan oleh Syeikh siti Jenar. Konsep