Selasa, 24 November 2015

Dieng "Negeri Diatas Awan, Negeri Para Dewa"

Telaga Warna Dieng

Dieng Plateau atau yang dikenal juga dengan sebutan Dataran Tinggi Dieng, dilihat dari sisi administratif/geografis, letak daerah ini bisa dibilang unik. Sangat jarang ditemukan di Indonesia dimana satu wilayah terbagi menjadi dua wilayah Administratif seperti Dieng, dimana bagian wilayah barat ( Dieng Kulon ) Masuk Wilayah Kabupaten Wonosobo, dan Sebelah Timur masuk Kabupaten Banjarnegara.
Kondisi alam Pegunungan Dieng dengan tanahnya yang subur menjadikan sektor pertanian sebagai Pencaharian utama masyarakat dataran Tinggi Dieng. Jenis-jenis tanaman seperti Kentang, Kobis, Wortel tumbuh subur dalam-petak-petak lahan penduduk yang tersebar di lanskap dan perbukitan Dieng.

Bukit Pandang Telaga Warna

Telaga Warna

Telaga Warna

Alun-alun Wonosobo

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Candi Arjuna

Festival Budaya di Kompleks Candi Arjuna

Candi-candi di Komplek Candi Arjuna

Batu Peresmian dibukanya kawasan wisata Candi Arjuna

Daun Bawang as Onclang komoditas pertanian  Wonosobo

Kebun Wortel salah satu hasil bumi Banjarnegara

Thanks Aya sudah ngajakin ke Syurganya Jawa Tengah :*

Kemegahan Candi Arjuna diantara pegunungan 

Ahli maksiat yang masuk syurga

Pelacur yang Masuk Syurga karena Anjing

                Cerita ini terjadi pada masa syekh hasan al bashari seorang ulama’ kharismatik asal negeri bashrah (sekarang Iraq).
Alkisah ada seorang wanita yang tinggal didesa itu, dia sangat tidak disukai masyarakat sekitar karena pekerjaannya yang menurut masyarakat sekitar adalah pekerjaan yang hina dan najis. Ialah dia, seorang wanita yang menjual tubuhnya untuk lelaki-lekai yang berhidung belang demi kebutuhannya. Sebut saja Pelacur.
                Pada suatu hari sang pelacur mendapat panggilan untuk melayani tiga orang lelaki dalam sekali waktu didesa tetangga. Menurut cerita desa tetangga dengan desa si pelacur dipisahkan oleh suatu padang pasir. Setelah selesai melayani tiga orang tamunya si pelacur undur diri untuk pamit pulang. Ditengah perjalannya pulang, sang pelacur melihat seekor anjing yang sangat kehausan. Kala itu si anjing ingin berusaha meminum air yang ada didekatnya, namun apalah daya ketika anjing berusaha tetapi usahanya sia-sia karena lubang air yang ingin ia ambil ternyata cukup dalam. Dalam keadaan pasrah seperti itu sang pelacur melihat anjing tersebut dan melepas sepatunya untuk kemudian diisi air dan diminumkan kepada aning yang sedang kehausan tadi.
Setelah si pelacur tersebut membantu anjing yang sedang kehausan tersebut si pelacur melanjutkan perjalanannya pulang. Setelah sampai rumah, dia merasa sangat kelelahan karena telah melayani tiga orang tamu sekaligus. Wal hasil dia pun tertidur. Saking asyiknya dia tertidur sampai dia keblablasen (jawa. Mati atau meninggal).
                Kabar meninggalnya sang pelacur terdengar sampai keseluruh masyarakat didesa tersebut. Namun, sungguh sayang dan malang nasib si pelacur. Tidak ada warga yang berkenan memandikan dan mensholati jenazahnya bahkan warga didesa tersebut acuh dan cuek terhadap kabar itu sehingga jenazah pelacur tersebut masih berada dirumah.  Kabar mengenai meninggalnya wanita pelacur tersebut akhirnya terdengar oleh Syekh hasan Al Bashari.
                Syekh Hasan Al Bashari kemudian memandikan dan mensholati jenazah pelacur tersebut bersama santri-santrinya. Lalu bertanyalah salah seorang warga desa tersebut kepada syekh hasan al bashari. “ Mengapa Syekh mau memandikan dan mensholatkan jenazah tersebut? Apakah Ya syekh tidak tahu siapakah jenazah yang telah syekh sholatkan?”
Lalu syekh hasan menjawab “ Saya mengetahui bahwa perempuan ini adalah seorang pelacur dan semasa hidupnya dia senantiasa melakukan maksiat”.
Mendengar ucapan Syekh Hasan al Bashari seorang warga menanyakan kembali kepada Syekh Hasan mengapa beliau mau repot-repot datang kerumah wanita hina itu dan mensholatinya bersama santri-santrinya padahal semua warga didesa tersebut tidak ada yang berkenan mensholati jenazah wanita yang hina itu. Lalu dengan tenangnya syekh hasan menceritakan mimpinya kepada warga desa tersebut mengenai seorang pelacur tersebut.
Syekh hasan bermimpi bahwa seorang pelacur tersebut akan masuk Syurga dan Syekh hasan diperintahkan oleh Allah SWT untuk memandikan dan mensholatkan jenazah wanita tersebut. Karena Syekh Hasan adalah ulama yang sangat dihormati didesa tersebut maka seluruh warga didesa tersebut berbondong-bondong mensholati jenazah sang pelacur dan bersama syekh hasan mengebumikan jenazah wanita tersebut. []
------------------------------------------------------000---------------------------------------------------------
                Kisah yang menurut saya patut saya bagikan ke teman-teman ini saya dapatkan dari Kiyai Moel yang mengasuh pondok pesantren dimana saya tinggali saat ini. Kisah ini sangat mengugah hati kami para santrinya terutama saya pribadi. Karena Syurga dan Neraka bukan ditentukan oleh seberapa banyak amal ibadah yang kita perbuat melainkan karena Rahmat Allah semata. Maka dari itu sudah selaiknya kita sebagai hamba benar-benar ikhlas dan Ridho menjadikan Allah satu-satunya sesembahan kita.

Dengan cerita ini semoga kita dapat mengambil hikmah dan menjadikannya pelajaran bahwa seseorang pelacur yang dalam pandangan masyarakat kita termasuk pekerjaaan yang hina dan pasti masuk neraka ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Bahkan dalam pandangan yang lebih luas kita diharuskan untuk selalu berkhusnudzon dan berbaik sangka kepada orang lain. Kita tidak boleh menghakimi orang lain dari luar saja karena sudah barang pasti pengetahuan manusia sangat terbatas dan pengetahuan Allah itu tidak terbatas. Sekali lagi yang berhak menentukan seorang hamba masuk kedalam syurga atau bukan hanyalah Allah semata. Maka dari itu kita sebagai hamba hanya bisa memohon dan mengharap dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar Allah memberikan Rahman dan rahimnya kepada kita semua. 

Dan dari kisah diatas juga kita bisa meneladani untuk memperlakukan hewan/binatang dengan baik dan memberi makan dan minum dengan yang baik pula. Jangan sekali-kali membiarkan mereka kelaparan. Jangan menyakiti binatang, jadilah penyayang bagi mereka. Sesungguhnya di setiap hati yang baik terdapat pahala. Allah SWT berfirman :
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (٨
 Artinya :
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. (Al-Zalzalah : 7-8)
                Karena meskipun Anjing adalah hewan yang sangat diharamkan bahkan tergolong nasjis mugholadhoh (najis berat) tetapi Anjing tetaplah ciptaan Allah. Maka harus kita kasihini. karena dalam suatu hadirsjika kita menyayangi hewan, tumbuhan, maupun sesama makhluq hidup yang ada dibumi ini niscaya penghuni langit akan menyayang kita kembali.
 Sekian kesimpulan dari saya, Waassalamu’alaikum wr wb.

Kamis, 04 Juni 2015

Rindu Malam Sang Pemilik Kegelapan

Menunggu Malam-ku


Malam....
Cerita apa yang telah kita lalui
Hingga aku merasa kita telah melalui sebuah cerita
Kenangan apa yang telah kita buat
Hingga aku merasa kita telah saling mengenang

Namun, ini bukan tentang cerita atau kenangan
Tetapi  ini adalah tentang sebuah kerinduan
Karena adanya cintalah aku dapat merindumu
Dan karena adanya rindulah aku dapat mencintaimu


Malam...
Cinta sejati itu datangnya didalam hati
Meski ia dekat, sedekat urat nadi
Cinta sejati akan tetap saling rindu

Memang seperti inilah rasaku padamu
Karena aku bersaksi tiada cinta selain rindu
Dan aku bersaksi bahwa engkaulah
[malam] kekasih hatiku

D2 FMIPA UNNES
Semarang, 1 Juni 2015


Malam

Malam Masihkah?

Malam
Masihkah?

Detik demi detik
Merajut kisah cinta yang cantik

Menit demi menit
Saling merayu secara genit

Jam demi jam
Berjalan sembari saling menggengam

Hari demi hari
Senantiasa menemani

Bulan demi bulan
Bersama meniti sebuah jalan

Hingga waktu demi waktu
Terus merindu

Masihkah
Malam?

Kampus FMIPA UNNES
Semarang, 1 Juni 2015





[REFLEKSI HARI KELAHIRAN] Kado Terindah dari Tuhan



Miftah, Aya, Dani, Aku, dan Nala
Fotografer by: Wahyu

Kemarin, 30 Mei 2015 genap 20 tahun sudah saya menginjakkan kaki dibumi Tuhan yang gemah ripah loh jinawi ini.
Syukur tak lupa hamba ucapkan kepada sang Maha cinta yang masih memberikan hamba berupa rezeki untuk dapat menikmati kehidupan didunia yang fana ini. Tak lupa aku ucapkan syukur kepada kedua orangtuaku yang telah membangunkanku dipagi hari dengan ucapan selamat ulang tahun hal itu romantis sekali rasanya,
Ucapan terimakasih juga untuk segenap keluargaku bem fmipa unnes yang telah mengikatku dipohon dan membuatku basah kuyup dimalam hari degan air tujuh rupa racikan khas gubernur bem fmipa, 

Terimaksih buat teman tidurku dipesantren fitri wijayanti (aya) yang udah akting jatuh disusul penyiraman air yang udah dicampur macem-macem sama si peracik yg bernama nala chutmiyatul abidah dan adek-adek kesayangan (dani, miftah, wahyu, ivah, dan sumah) yang sudah mempersembahkan ini semua untukku. Sayang kalian karena Allah serta teman-temanku semua yang telah mendoakanku yang tak bisa aku sebutkan satu persatu. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahman dan rahimnya untuk kita semua. (Loh malah kaya jadi MC hehe :D)

Mengenai hari lahir, kebanyakan orang memandang bahwa hari kelahiran adalah hari special yang harus dirayakan dengan suka cita. Entah itu dengan teman, sahabat, suami, istri, atau anak bagi yg sudah punya, orangtua, atau bahkan pacar. Merayakannyapun bervariasi ada yang dengan memberikan kejutan, makan-makan, hingga basah-basahan dan cebur-ceburan. Semua itu relatif, tergantung inisiatif dan kreatifitas seseorang yang sedang berharlah atau teman2nya seseorang yang sedang berharlah.
Namun, disini aku tak akan membahas megenai asal usul perayaan harlah atau bahkan sejarah dan segala ritual harlah yang nama bekenya ulang tahun ini . Aku hanya akan berbagi cerita saja tentang pengalaman pribadi menjelang hari kelahiran.

Kue apalah-apalah khas assabiila girls

Cerita ini terjadi pada tanggal 29 Mei 2015 menjelang maghrib. Seperti biasa sebelum kembali kepondok pesantren saya meyempatkan waktu untuk membeli makan diwarung. Namun ada yang sedikit berbeda dari hari-hari biasanya, sesampainya dipondok aku terkejut ketika mendapati dompetku telah tiada. Aku seketika panik dan shock. Lalu aku kembali ketempat dimana aku membeli makan untuk memastikan bahwa dompetku ketingalan disana. Sesampainya disana aku tanya kepada sipenjual terkait dompetku yang ketingalan. Namun, dia tak melihat ada dompet yang ketinggalan. Melihatku panik, ada pembeli yang menghampiriku dan menjelaskan padaku bahwa tadi ada sepasang kekasih yang menemukan dompet dijalan raya dengan ciri dompetnya panjang. Seketika itu akupun lemas, karena didalam dompet tersebut terdapat ATM, SIM, STNK, uang tunai serta kartu-kartu yang lainnya. Lalu aku berpamitan pulang kepada pembeli yang lain dengan mengucapkan terimakasih karena telah memberikan informasi ini kepadaku. Sekembalinya dari warung aku melaksanakan shalat maghrib bersama teman-temanku. Tepat setelah sholat maghrib saya berdo'a : " Tuhan jika memang dompet tersebut adalah rezeki hamba maka engkau pasti akan mengembalikan dompet tersebut sebagaimana mestinya, namun jika memang dompet tersebut bukan lagi menjadi rezeki hamba, hamba ikhlas jika dompet tersebut berpindah ketangan orang lain". Setelah melaksanakan shalat maghrib berjamaah seperti biasa rutinitas pondok adalah mengaji alqur'an bersama-sama diaula pesantren hingga menjelang isya dilanjutkan shalat isya berjamaah. Namun kali ini ada yang berbeda dalam lantunan bacaan al-qur'anku, aku merasa seperti berdialog kepada Tuhan. Dalam dialogku, aku mengadukan kegalauan hatiku malam itu padaNya.
Sepertinya Tuhan telah menunjukkan kuasanya kepada hamba. Hal ajaib yang aku dapati setelah seorang hamba memasrahkan diri padaNya. Aku mendapati hapeku berdering kulihat ada bekas panggilan tak terjawab disusul dengan 3 pesan yang belum terbaca. Salah satu pesan tersebut dari presma unnes. Beliau menanyakan perihal dometku. Lalu aku menjawabnya bahwa memang betul saat ini dompetku sedang hilang, dan aku berbalik nanya apakah beliau menemukan dompetku?. Diapun menjawab bahwa dompetku telah bersamanya dan aku diminta untuk mengambilnya di pkmu. Betapa syukur dan puji2an langsung aku lantunkan untuk memuji kebesaranNya. Dan akupun mendo'akan kepada seseorang penemu dompetku semoga Allah senantiasa memudahkan langkahNya dan memberikan rezeki yang berlimpah untukNya. Memang benar apa kata romo-romo kiyai kalo sesuatu itu rezekimu suatu saat akan kembali padamu.

Sebenarnya inti dari cerita diatas adalah 'kado' yang diberikan Tuhan kepada hambanya menjelang hari kelahiran melalui hikmah dibalik hilangnya dompet. Tuhan itu mendengar do'a-do'a hambaNya dan pasti akan mengabulkannya. Disaat waktu yag tepat dan dengan cara yang tepat pula.

Senin, 11 Mei 2015

Puri Maerokoco, TMII-nya Jawa Tengah yang Luput dari Perhatian Publik


Kalau anda dan keluarga saat ini sedang merencanakan berlibur untuk mengisi akhir pekan, maka anda bisa memilih  kota Semarang untuk menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Karena dikota Atlas yang merupakan ibu kota dari Jawa Tengah ini terdapat berbagai macam kawasan wisata menarik yang bisa anda kunjungi.  
Semarang, Kota atlas yang menawarkan segala hal yang menarik. Banyak banguan tua dan bangunan peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh dikota ini.  Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan jika berkunjung dikota ini, mulai dari mengunjungi tempat wisata religi, wisata budaya, wisata edukasi, hingga  berkunjung ke bangunan-bangunan bersejarah, serta berwisata kuliner khas Semarang yang tak kalah menarik. Objek wisata yang ada di Semarang sangatlah beragam dan unik seperti  Masjid Agung Jawa Tengah, Lawang Sewu, Tugu Muda, Kota lama, Sampokong, Goa Kreo, dan Obyek Wisata Alam disekitar Ungaran. Sebenarnya masih banyak lagi obyek wisata yang ada di Semarang. Namun, yang terlalu mendapat perhatian lebih dari wisatawan dan pemerintah hanyalah obyek-obyek wisata yang telah saya sebutkan diatas.  Padahal kalau mau kita telusuri, masih banyak tempat wisata yang ada di Semarang. Namun, karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah maka tempat-tempat wisata yang seharusnya sangat menarik, untuk memberikan efek refresh kepada otak maupun untuk menambah wawasan edukasi alhasil wisata yang dikenal di Semarang hanya yang itu-itu saja. Misalnya saja, Puri Maerakaca yang sering disebut-sebut sebagai Taman Mini Jawa Tengah Indah. Tampaknya Puri Maerakaca kurang mendapat perhatian publik dewasa ini, salah satunya karena kurangnya sosialisai pemerintah terkait berbagai macam destinasi pariwisata yanga ada di Jawa Tengah beserta kurangnya minat wisatawan terhadap wisata budaya. Maka, saya tertarik dan tergerak hati untuk menuliskan artikel mengenai puri maerakaca. Artikel ini saya buat atas dasar keinginan pribadi saya untuk mengembangkan kemampuan menulis saya dan untuk membantu pemerintah setempat untuk mensosialisasikan salah satu tempat wisata budaya yang ada di Jawa Tengah agar nantinya program pemerintah visit Jateng dapat terealisasi dengan baik.
Proses pembuatan artikel ini saya kerjakan dalam jangka beberapa hari semenjak saya berkunjung ke tempat wisata unik ini. Dalam penulisan artikel ini, saya mengambil berbagai referensi seperti artikel-artikel online yang mempunyai korelasi dengan topik pembahasan saya beserta datang ketempat langsung untuk mengambil gambar dan mewawancarai pengelola, karyawan bahkan penduduk asli yang  menempati Puri Maerakaca. Akhirnya, Selamat Membaca! Dan Semoga anda tertarik untuk mengunjungi tempat wisata ini. 

---------------------------------------***--------------------------------------


Tampak Depan Puri Maerakaca

Kalau ingin berkeliling Indonesia tetapi tidak ada biaya yang berlebih maka kunjungilah TMII (Taman Mini Indonesia Indah) di Jakarta. Sedangkan kalau anda ingin berkeliling Jawa Tengah namun tidak mempunyai banyak waktu dan biaya lebih, anda bisa menjadikan Puri Maerokoco TMII-nya Jawa Tengah untuk menjadi salah satu alternatif rekreasi bersama keluarga. Begitulah kiranya awalan untuk membuka artikel kali ini.
Bagi anda yang ingin lebih mengetahui seluk beluk  Jawa Tengah serta mengetahui adat istiadat  serta makanan khas, tarian, dan berbagai macam hal lainnya yang ada di Provinsi ini, maka anda bisa datang saja ke Puri Maerokoco. Puri Maerokoco adalah sebuah wisata yang menggambarkan Replika dari Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya Jakarta saja yang memiliki taman mini yang isinya berbagai macam anjungan provinsi yang ada di Indonesia, namun di Semarang juga  terdapat Taman Mini yang didalamnya terdapat berbagai macam anjungan daerah yang ada di Provinsi Jawa Tengah.
 Puri Maerokoco yang biasanya disebut dengan Taman Mini Jawa Tengah adalah sebuah obyek wisata edukasi dan budaya yang memperkenalkan 35 kabupaten beserta ciri khas dari kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah melalui media anjungan, miniatur, makanan khas, beserta produk khas yang berasal dari masing-masing kabupaten. Puri Maerokoco terletak di Jl. Yos Sudarso, Komplek Tawang Mas, Semarang Barat, Jawa Tengah. Lokasi wisata ini berada kurang lebih 5 km dari Tugumuda Semarang yang disebut-sebut sebagai simbol kota Semarang.  Selain dekat dengan Tugumuda Semarang, lokasi wisata ini berada dalam satu komplek dengan PRPP (Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan) Jawa Tengah. Pintu masuknya berada di sebelah kanan PRPP dan berada di antara PRPP dan Kampung Laut.
Didalam Puri Maerokoco terdapat  berbagai macam rumah adat, yang biasanya disebut dengan anjungan dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Didalam anjungan tersebut digelar berbagai macam hasil industri dan kerajinan yang diproduski oleh masing-masing daerah. Selain menampilkan rumah– rumah adat, objek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas rekreasi lain seperti, sepeda air, perahu, dan juga kereta bagi pengunjung. Puri Maerokoco dibuka untuk umum  setiap hari dari pukul 08.00 wib sampai 18.00 wib. Tiket untuk masuk ke Puri Maerokoco pun cukup murah, hanya dengan membayar Rp.7.000,- per orang untuk hari biasa dan Rp.8.000,- per orang untuk hari libur, kita sudah bisa masuk dengan bebas dan menikmati pesona Jawa Tengah dalam skala mini ini.



Tiket Masuk Puri Maerokoco pada hari biasa

Sejarah 
Tugu Peresmian Puri Maerokoco
         Nama Puri Maerokoco diambil dari salah satu bagian epos Mahabarata yang menceritakan tentang keinginan salah seorang dewi untuk memiliki seribu bangunan hanya dalam waktu satu malam. “Taman Mini Jawa Tengah” didirikan pada tahun 1988-1993 ketika masa kepemerintahan Gubernur Ismail dan diresmikan pada tanggal 31 Juli 1993 oleh Presiden Soeharto. Puri Mareokoco merupakan perwujudan dari miniature Provinsi Jawa Tengah yang diwujudkan dengan pulau yang merupakan gambaran miniatur Provinsi Jawa Tengah yang dibatasi oleh laut jawa dan Samudra Indonesia serta  berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.  Puri Maerokoco berada satu kompleks dengan PRPP dan terletak 3 km dari bandara Achmad Yani ke timur atau di jalan lingkar utara kota semarang. Miniatur ini menempati areal seluas 45.62 ha termasuk PRPP, Area parkir, Puri Maerokoco, dan taman rekreasi.  Puri Maerokoco merupakan obyek wisata dibawah naungangan Manajement PRPP. Didalam tempat wisata ini terdiri dari anjungan-anjungan dari 35 daerah kabupaten/ kotamadya dati II se-Jateng, dengan desain bercirikan arsitektur khas Jawa Tengah, dan disetiap anjungannya kita dapat memperoleh informasi apapun mengenai daerah tersebut langsung dari warga asli yang berdomisili di anjungan masing-masing daerah itu. Puri Maerokoco ini dibangun untuk memperkenalkan budaya-budaya serta produk-produk yang berasal dari 35 Kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Diluar anjungan terdapat jalan selebar 6 m yang bisa digunakan untuk kereta mini dan kendaraan pribadi. Obyek wisata ini ditujukan untuk keluarga dan anak-anak (menurut pengelola Puri Maerokoco) dan dapat dijangkau melalui kendaraan pribadi dan kendaraan umum.

        Pada masa awal berdirinya Puri Maerakaca antusiasme pengunjung sangatlah terlihat, namun  semenjak beberapa tahun terakhir pengunjung Puri Maerakaca sangatlah menurun bahkan obyek wisata ini terkesan mati suri. Hal ini terlihat dari beberapa warga  Jawa tengah bahkan warga asli Semarang yang tak mengetahui keberadaanya. Sepinya pengunjung konon dikarenakan kurangnya perhatian pengelola dan pemerintah setempat terhadap obyek wisata ini. Tempat wisata ini sering sekali tergenang rob dan kurangnya perawatan dari beberapa anjungan sehingga tempat wisata ini terkesan kumuh. Mungkin hal ini adalah salah satu faktor yang membuat kapok pengunjung untuk mengunjungi tempat wisata ini.

      Namun, pada tahun 2015 ini animo pengunjung mulai terlihat kembali. Perlahan tapi pasti pengelola mulai memperkenalkan kembali obyek wisata ini melalui sosialisai ke beberapa Sekolah seperti TK (Taman kanak-kanak) dan SD (Sekolah Dasar). TK dan SD menjadi sasaran utama lantaran Obyek Wisata ini dapat dijadikan sebagai wisata edukasi dan sekaligus wisata budaya sebagi bahan Pembelajaran diluar kelas.
Kini perbaikan dan renovasi sudah mulai dilakukan, Rob sudah jarang menggenangi Puri Maerokoco karena telah diadakan peninggian pada beberapa anjungan. Dan kini, sudah mulai banyak fotografer yang melakukan pemotretan, bahkan biasanya juga digunakan untuk foto praweding. Biasanya anjungan yang paling diminati untuk dijadikan obyek pemotretan adalah Anjungan Kudus, Jepara, Wonosobo, Banjarnegara, Cilacap, Banyumas, dan Rembang.



Rute Menuju Puri Maerakaca:

Dari Tugu Muda Semarang ke barat arah Mangkang/ Kalibanteng/ Bandara Ahmad Yani, sampai pertigaan PRPP belok kanan ke arah PRPP, lurus terus sampai ada Indomaret di kiri jalan, selanjutnya  lurus terus ke arah PRPP, ada lampu merah masih lurus, ada bunderan masih lurus mentok PRPP belok ke kiri sedikit,  sebelum Kampung Laut di kanan jalan ada Taman Maerokoco. Mungkin kalau tidak jeli tidak akan kelihatan karena tidak adanya penanda Puri Maerakaca, karena yang ada adalah penanda Kampung Laut, maka akan saya sematkan gambar penanda Kampung Laut.
 
Penanda Kampung Laut, Maerakaca berada disebelahnya persis


Peta / Bagian- Bagian Puri Maerakaca:
 
Gambar diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Puri_Maerokoco


PETA Puri Maerakaca yang terpampang disebelah pintu utama


Rumah Adat / Anjungan  
          1. Anjungan Kabupaten Banjarnegara 

Banjarnegara terkenal akan Dawet Ayu
         2. Anjungan Kabupaten Banyumas




         3. Anjungan Kabupaten Batang



         4. Anjungan Kabupaten Boyolali

         5. Anjungan Kabupaten Blora

         6. Anjungan Kabupaten Brebes

Kabupaten penghasil bawang terbanyak di Jateng
         7. Anjungan Kabupaten Cilacap
Benteng Pendem Kabupaten Cilacap
         8. Anjungan Kabupaten Demak

Demak kota wali
         9. Anjungan Kabupaten Grobogan

    
        10. Anjungan Kabupaten Temanggung


Kondisi Anjungan Kabupaten Temanggung setelah kebakaran
        11. Anjungan Kabupaten Jepara

Jepara Kota ukir
        12. Anjungan Kabupaten Kebumen


        13. Anjungan Kabupaten Kendal

      
      14. Anjungan Kabupaten Klaten



        15. Anjungan Kabupaten Kudus 

Kudus Kota Kretek

        16. Anjungan Kabupaten Magelang


        17. Anjungan Kabupaten Pati 

Pati Bumi Mina Tani
      
      18. Anjungan Kabupaten Pekalongan
Pendopo Kabupaten Pekalongan


        19. Anjungan Kabupaten Pemalang

       
     20. Anjungan Kabupaten Purbalingga

       
   21. Anjungan Kabupaten Purworejo

Bedug Pandowo Purworejo
        22. Anjungan Kabupaten Rembang
 
Rembang kota Nelayan
        23. Anjungan Kabupaten Semarang

Kondisi sedikit kerusakan Anjungan Kota Semarang
        24. Anjungan Kabupaten Sragen

Sragen terkenal akan Museum Sangiran

        25. Anjungan Kabupaten Sukoharjo

      
        26. Anjungan Kabupaten Tegal



        27. Anjungan Kabupaten Karanganyar


        28. Anjungan Kabupaten Wonogiri
              No image.
              (Diantara ke- 35 Anjungan, saya tidak menemui Kabupaten Wonogiri. Alhasil tak ada    
               dokumentasi di Kabupaten Wonogiri) .

        29. Anjungan Kabupaten Wonosobo

       
        30. Anjungan Kota Magelang


        31. Anjungan Kota Pekalongan


        32. Anjungan Kota Salatiga

       
        33. Anjungan Kota Semarang

        34. Anjungan Kota Surakarta


       
     35. Anjungan Kota Tegal
        

Miniatur
Puri Maerokoco terdapat beberapa miniatur peninggalan bersejarah yang ada di Provinsi Jawa Tengah, antara lain:
  1. Miniatur Candi Borobudur Magelang

 
 
     2. Miniatur Masjid Agung Demak

    3. Miniatur Masjid Mantingan Jepara


   4. Miniatur Tugu Muda Semarang




Fasilitas

Selain berbagai macam miniatur rumah adat se-Jateng, didalam Puri Maerokoco juga terdapat beberapa fasilitas pendukung, yaitu:



      1. Mushola / Masjid
 
Masjid Demak
      2.  MCK

Kamar Mandi Kabupaten Kudus

     3. Tempat Sampah
     4.  Smoking Area
     5.  Pos Informasi dan Pos Keamanan

       6. Warung Makan
           Meski kurang mendapat perhatian publik dan kurang terawat di beberapa titik anjungan namun saya tetap merekomendasikan obyek wisata ini untuk anda yang ingin mengetahui seluk beluk Provinsi Jawa Tengah. Yang saya pribadi harapkan adalah kelak nantinya Puri Maerokoco menjadi primadona wisata yang ada di Semarang bahkan menjadi aset utama wisata Jawa Tengah. Agar, agenda dari disbudpar seperti Visit Jateng dapat terwujud melalui banyaknya pengunjung yang ada di Puri Maerokoco. Dan Semoga dengan adanya artikel ini dapat sedikit membantu mensosialisasikan salah satu obyek wisata yang menurut saya adalah mutiara-nya Jawa Tengah. []



Referensi

4.      http://wikipedia.com
5.      Wawancara dan Kunjungan Langsung
6.      Dan berbagai sumber yang relevan.


Diselesaikan di Semarang, 11 Mei 2015
Ditulis dikamar PP. Assabiila